Batas Waktu

“…..Setiap yang bernyawa akan merasakan mati…” (QS. Ali Imran [3]:185)

Hanya saja, tak seorang pun tahu batas waktu hidupnya untuk kemudian mati dan dihidupkan kembali pada keadaan yang kekal di hari akhir nanti.

Sesekali saat merenung, saya terpikir bagaimana kondisi ketika jiwa ini mengakhiri masa berlakunya di dunia. Dan ketika itu, yang ada di pikiran adalah bagaimana kehidupan anak-anak tanpa saya? Bagaimana suami mengurus dan mendidik mereka tanpa saya? Seketika itu pula saya terhentak. Adalah diri ini yang lebih patut dipikirkan, bagaimana kehidupan setelah kematian di dunia ketika sampai pada batas waktunya? Apa yang bisa dibawa sebagai bekal? Apa yang sudah dipersiapkan agar kelak tak gelap dalam kubur? Dan banyak lagi pertanyaan lain yang menggelayuti pikiran, membuat persendian cekot-cekot, itu baru membayangkan, bagaimana jika memang sudah harus berpulang Ya Rabb, faghfirli, faghfirli Ya rabbi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s