Penggugah Jiwa

Dr. Aidh Al Qarni dalam karya-karya emasnya termasuk tulisan penggugah jiwa. Sedikit banyak pemikiran saya pun terbawa gugahan karya beliau yang masyaallah luar biasa. Semakin dibaca, semakin tertegun. Untaian kata demi kata dirangkai mengalir, mengguncang minat pembaca untuk terus melahap tulisannya. Sesekali, bahkan berulang kali kalimat yang ia tuliskan menghujam, jleb dan membuat air mata mengalir tanpa disadari. Jika tulisan seorang berilmu saja begitu menggugah hati dan jiwa, tidakkah Al Qur’an yang amat mulia menyadarkan kita akan banyak hal? Mengingatkan kita bahwa segala karunia Allah tersebar untuk kita renungkan, menjadikan kita semakin tunduk, menjadikan kita semakin takut. Bukan malah menjadikan ngantuk.

**********

“Baru baca lima ayat udah sepet nih mata”, keluhnya. “Kalo baca qur’an, meskipun niat banget tapi mesti deh, belum lama udah keburu ngantuk. Gak kayak baca novel. Sampe selesai satu buku juga gak ada tuh rasa ngantuk”. Begitu kira-kira yang banyak terjadi pada sebagian orang. Itulah godaannya, bisikan syetan yang dituruti. Mengapa sebelum membaca qur’an kita diharuskan membaca ta’awudz? Agar terhindar dari godaan syetan. Membentuk tawakal dan penjagaan dari Allah.

فَإِذَا قَرَأۡتَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ ٩٨ إِنَّهُۥ لَيۡسَ لَهُۥ سُلۡطَٰنٌ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ ٩٩ إِنَّمَا سُلۡطَٰنُهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَوَلَّوۡنَهُۥ وَٱلَّذِينَ هُم بِهِۦ مُشۡرِكُونَ ١٠٠

“Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Sungguh syetan itu tidak akan berpengaruh kepada orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah. Pengaruhnya hanya kepada orang yang menjadikan (syetan) pemimpin dan terhadap orang yang menyekutukan Allah” (QS. An Nahl [16] : 98-100)

Perintah tersebut menurut para ulama sifatnya adalah sunnah, bukan wajib. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Ja’far bin Jarir. Membaca ta’awudz dimaksudkan agar ketika membaca Al Qur’an, hati dan pikiran dapat memaknai apa yang dibaca. Sehingga semakin menambah keimanan, meningkatkan ketakwaan. Insyaallah.

Kenapa ketika membacanya masih ngantuk, padahal sudah membaca ta’awudz? 

  1. Ta’awudz dibaca belum sepenuh hati. Masih sekadar seremonial sebelum membaca Al Qur’an. Baru sampai di lisan, belum penuh pengharapan agar terhindar dari godaan syetan.
  2. Berdasarkan dari ayat tersebut di atas, bisikan syetan masih masuk ke dalam diri kita karena hati ini masih kotor. Masih banyak penyakitnya, masih banyak maksiatnya. Lebih mengikuti bisikan syetan daripada bisikan malaikat. “Loh? Memang malaikat juga berbisik sama manusia?”. Iya. Seperti yang Rasulullah shollallahu ‘alayhi wasallam sampaikan dalam haditsnya: “Sesungguhnya syetan memiliki bisikan was-was kepada anak cucu Adam dan malaikat pun memiliki bisikan. Adapun bisikan syetan selalu menjanjikan kejahatan dan mendustakan kebenaran, sedangkan bisikan para malaikat menjanjikan kebaikan dan membenarkan kebenaran. Barangsiapa mendapatkan demikian (bisikan malaikat), maka ketahuilah sesungguhnya itu dari Allah dan memujilah kepada Allah. Akan tetapi, barangsiapa yang mendapatkan bisikan syetan, berlindunglah kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk” (HR. Tirmidzi No. 2914)

Sebenarnya, membaca Al Qur’an itu menyenangkan, menentramkan, jauh dari rasa bosan. Karena kita akan dibawa menyelami keindahan susunan kata yang penuh hikmah. Al Qur’an tidak akan bosan kita baca sampai kita yang bosan membacanya. Semoga Allah mudahkan niat-niat baik kita untuk terus dekat dengan Al Qur’an, semoga ia menjadi syafa’at di akhirat kelak. Baarokallahufiikum.

Depok, 31 Mei 2017

Hajiah M. Muhammad

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s