Hanya Sekejap

Rasulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda; “Demi jiwaku yang ada dalam genggaman-Nya, tidaklah perumpamaan dunia kecuali seperti seorang pengembara yang lewat pada suatu hari yang panas. Lantas ia berteduh di bawah pohhon untuk beberapa saat dari terik siang hari. Kemudian, panas itu hilang dan dia pun meninggalkannya”. (HR. Ahmad danal Musnad-nya 1/301, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, 14/365).

Dalam sebuah perjalanan pulang dari bagian timur Pulau Jawa, setelah menghadiri pernikahan salah seorang kawan di akhir tahun 2012 silam. Kekaguman saya pada sebuah keluarganya semakin mengarah pada satu simpul, apa itu? Keluarganya menjadikan orientasi kehidupan pada akhirat. Ah lebay! Mungkin, tapi kalaupun berlebihan semoga tidak membuat saya menjadikan mereka thoghut. 

Abah dan Ummi mendidik anak-anaknya untuk dekat dengan Al Qur’an. Ummi tak pernah lupa untuk muroja’ah hapalannya ketika sedang menyusui. Ketika hamil, Ummi rajin membacakan ayat-ayat cinta sambil sesekali mengusap lembut perutnya. Abah? Sama, Abah juga begitu. Di tengah beragam kegiatannya melayani umat, Abah juga menyempatkan untuk tilawah qur’an sambil mengelus perut Ummi yang semakin membesar.

Memasuki usia anak sekolah, Abah bertekad untuk semakin mendekatkan anak-anaknya dengan qur’an. Menyekolahkan mereka sampai jenjang SLTP untuk seterusnya mengenyam pendidikan pesantren, dengan harapan setelah lulus dari pondok, anak-anaknya menjadi pribadi yang lebih matang dalam beragama. Bekal sebelum ke pondok, tentunya adalah kemesraan mereka dengan qur’an yang didapat dari Abah dan Ummi.

Mereka ada tujuh bersaudara, anak pertama hingga kelima adalah laki-laki, dua terakhir adalah perempuan. Dan kesemuanya hingga kini punya hapalan qur’an yang baik. Kalau tidak salah, di pertengahan tahun 2016, putra kelima sudah menyelesaikan hapalan 30 juz pada usia relatif muda, sekitar 16 tahun.

Hal menarik dari keluarga inspiratif tersebut lainnya adalah semangat belajar dan mengajar yang luar biasa. Abah dan Ummi membiasakan anak-anaknya untuk belajar, memberikan kebebasan kepada mereka untuk menuntut ilmu meskipun harus jauh dari pandangan. Orang tua tentu rindu jika tak bertemu, tapi kerinduan itu akan berujung manis dengan kecintaan anak-anak dengan ilmu. Biarlah kita berjauhan (dengan anak) asalkan mereka semakin dekat dengan qur’an. Itu adalah pesan Abah kepada Ummi ketika melepas anak-anaknya untuk menuntut ilmu.

Dan hari ini, saya menjadi saksi bahwa apa yang telah Abah dan Ummi lakukan untuk membangun rumah tangga yang berorientasi ukhrowi, membuahkan hasil yang luar biasa. Benarlah apa yang Rasulullah shollallahu ‘alayhi wasallam sabdakan: “Siapa yang akhirat menjadi tujuan, Allah akan mengumpulkan dunia di hadapannya dan memberikan kecukupan dalam hatinya. Dunia mendatanginya, sedangkan ia enggan. Siapa yang dunia menjadi tujuan, Allah akan memisahkan urusannya. Allah menjadikan kefakiran ada di depan mata. Dia tidak mendatangi dunia kecuali yang telah ditetapkan baginya” (HR. At Tabrani dalam Al Kabir, 11/66).

Keluarga Abah tergolong ekonomi menengah. Anak-anaknya mendapat kecukupan rezeki karena kecintaannya terhadap qur’an dan ilmu serta menjadikan keduanya bekal untuk menjadi sebaik-baik manusia yang belajar al qur’an dan mengajarkannya. Dan tentu, tidak dapat dipungkiri bahwa mereka gigih berikhtiar menjemput rezeki yang halal. Semua dilakukan karena mengharap keberkahan, bukan sebatas rupiah yang bertumpuk, berhamburan. Masyaallah. Semoga keluarga Abah selalu dalam limpahan keberkahan dan kasih sayang Allah. Dan semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari kehidupannya. Insyaallah.

Depok, 30 Mei 2017

Hajiah M. Muhammad

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s