Siapa Kamu?

Manusia ada di antara ketaatan malaikat dan kebiadaban syetan. Bisa menjadi lebih taat dari malaikat, tapi juga bisa jadi lebih biadab dari syetan. Apa yang membuat manusia bisa selamat? Tentu dengan berada dalam ketaatan, dalam keimanan.

Dalam setiap manusia ada tiga unsur kehidupan, yaitu ruh (jiwa), hati, dan jasad. Dalam surat Asy Syams ayat 9, Allah berfirman: Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya. Inilah jawaban agar kita termasuk orang yang selamat. Menjaga kesucian jiwa. Orang yang jiwanya jernih, hatinya akan tenang, kehidupannya pun akan tentram. Dari mana ketentraman itu datang? Dari Allah, Pemilik segala yang ada di langit dan bumi.

Kamu adalah apa yang kamu pikirkan, apa yang kamu katakan, dan apa yang kamu lakkukan. Maka berpikirlah yang baik, bertuturlah yang baik, dan berperilaku yang baik. Syaikhut tarbiyah Indonesia, Ustadz Rahmat Abdullah rahimallahu berpesan kepada kita. Ingatlah dua hal, keburukan diri sendiri dan kebaikan orang lain. Lupakanlah dua hal, kebaikan diri sendiri dan keburukan orang lain. 

Jangan dibalik! Itu agar kita semakin mengenal siapa diri ini. Semakin memahami apa yang semestinya kita lakukan di dunia yang sementara ini. Kita mengingat keburukan diri sendiri agar selalu ingat bahwa menjadi seorang muslim adalah proses panjang yang selalu dalam jalan menjadi baik, tanpa pernah merasa sudah baik. Kita mengingat kebaikan orang lain agar selalu sadar bahwa pencapaian kita hari ini juga berkat kebaikan yang orang lain lakukan, dan tentu atas kasih sayang Allah. Kita melupakan kebaikan diri sendiri agar tidak larut dalam sanjung puji, tidak lena dalam euphoria sorak sorai dari orang lain. Terlebih, kita jadi berhati-hati dari penyakit ujub yang menjadi titik awal syirik, menyekutukan Allah. Kita melupakan keburukan orang lain agar selalu ingat bahwa memaafkan lebih mulia daripada balas dendam, bersabar ketika dizolimi jauh lebih baik daripada melakukan balasan kezoliman. Agar kita selalu melapangkan hati agar keburukan orang lain tak menjadi incaran prasangka yang membuat hati tak tenang.

Semoga Allah mampukan kita mengenal diri ini, untuk lebih memahami bahwa kehidupan ini mestilah memberi arti.

Depok, 23 Mei 2017

Hajiah M. Muhammad

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s