Nasehat Terbaik

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Ali Imron [3]: 185.)

Adakah di antara kita yang begitu gigih mengejar kenikmatan dunia hingga lalai dari mengingat kehidupan di akhirat yang berkekalan, abadi selamanya? Jika yang demikian adalah diri kita sendiri, patutlah menangis. Mengiba kasih, mengharap ampunan Allah agar Ia curahkan kasih sayang dan ampunan-Nya untuk kita. Untuk orang-orang yang kita cintai. Semoga Allah mengampuni segala dosa dan memberikan kita tempat yang nyaman di akhirat kelak.

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kematian seperti apakah yang akan kita lalui? Dalam maksiat yang membuat rugi ataukah dalam taat yang menenangkan hati? Saudaraku yang dirahmati Allah. Sungguh kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya. Memperdaya kita hingga lupa bahwa ada kesenangan yang lebih layak untuk dikejar, untuk diperjuangkan. Agar di akhirat kelak, kita mendapat kesenangan yang tidak berkesudahan.

Dalam sebuah kesempatan berbagi dengan rekan-rekan mahasiswa di kampus, saya menyampaikan sebuah renungan yang sebenarnya sebagai nasehat untuk diri sendiri. Menjadi baik adalah proses, sehingga ia bukanlah pencapaian. Karena pencapaian kita adalah ketika mendapat keridhoan dan keberkahan dari Allah, serta dapat berjumpa dengan-Nya di akhirat kelak. Sepenggal kalimat yang kemudian kembali saya renungkan bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan hari ini Allah melihatnya dan malaikat mencatatnya. Baik dan buruk, dalam ketaatan ataukah kemaksiatan?

Kematian seperti apa yang ingin kita lalui? Rancanglah! Bagaimana bisa merancang kematian? Tentu sangat bisa. Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ

“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR Muslim no 2878)

Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ “Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859) – Ustadz Firanda

Kita dapat merancang kematian seperti apa yang kita inginkan dari kebiasaan yang kita lakukan. Pernah mendengar kematian seorang ahli ibadah yang meninggal saat sujud di tengah sholat? Atau seseorang yang meninggal saat menikmati tilawah qur’annya dengan mushaf masih ia genggam? Itulah kebiasaan yang dilakukan semasa hidup sehingga akhir hayat mereka dalam ketaatan, dalam keadaan yang insyaallah mendapat limpahan kasih sayang Allah ar rahmaan. 

Maka saudaraku, jika hari ini kita masih lalai, mari bersegera mengingat Allah dan memohon ampunan serta petunjuk agar selalu dalam keimanan dan ketaatan pada-Nya. Jika hari ini kita masih mengejar kesenangan dunia dan tak peduli dengan kehidupan akhirat, mari bersegera tersadar bahwa kesenangan dunia hanyalah sementara dan memperdaya sedangkan akhirat, kenikmatan yang ada akan kekal selamanya. Rasakan kenikmatan dunia secukupnya, tetap ingat ada kehidupan akhirat yang akan kita hadapi cepat atau lambat. Kita tak pernah tahu. Maka semoga kita tergolong orang-orang yang selalu menjaga keimanan dan ketaatan kepada Allah sehingga ketika sudah masanya ajal datang, kita termasuk orang-orang yang selamat dan mati dalam keadaan husnul khatimah. Insyaallah. Aamiin.

Hajiah M. Muhammad.

Depok, 17 Maret 2017

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s