Engkau Berharap

Bismillahirrahmaanirrahiim

Sejak dua pekan terakhir, pikiran tak menentu arahnya. Rasanya, semua yang dilakukan tak sepenuhnya dalam kesadaran. Kesadaran bahwa tugas manusia adalah beribadah kepada Allah, kesadaran bahwa segala kebaikan yang dilakukan semata adalah untuk Allah. Dan kemarin, tersadarlah hati yang lalai. Ternyata hati sedang tak fokus pada keridhoan Allah, sehingga masih mencari penglihatan dan penghargaan dari makhluk. Astaghfirullah innahu kaana ghafara. 

*****

Manusia Allah ciptakan akal untuk berpikir dan hati untuk berzikir. Tiada amalan yang tuntas tanpa keterlibatan hati untuk melakukannya. Itulah yang kemudian membuat saya terhentak. Barangkali, niat baik yang dilakukan belum dilakukan dengan hati yang tulus, masih jauh dari ikhlas dalam beramal. Termenung dalam lamunan ketika ada seorang kawan yang menyampaikan, “Allah itu Maha Baik, maka segala sesuatu yang Allah berikan sudah pasti yang baik bahkan amat baik”. Iya, saya menangis. Merasa nasehat itu begitu membekas dan memaksa air mata tumpah seketika.

Tak seberapa memang, saya hanya melakukan kebaikan yang ringan. Ingin rasanya menjerit dan menumpahkan segala kepenatan dan kesesakan dalam hati. Tapi itu takkan banyak memberikan ketenangan. Sampai pada titik saya ingat kembali sabda sang junjungan hati, Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah (segumpal daging) itu ialah hati” (HR. Muslim).

Hati adalah raja dan seluruh anggota tubuh lainnya adalah prajurit, termasuk otak dengan akal pikirannya. Kembali menelisik kondisi hati akhir-akhir ini, ternyata memang tak terlalu baik sehingga niat baik pun tak membuat hati tenang dan cenderung membuat gersang. Panas sekali. Gemuruhnya penuh emosi, serasa ingin meluap dan tumpah agar terasa lebih lapang. Tapi tak demikian, Allah selalu punya cara menuntun hati-hati yang bermohon pertolongan-Nya. Bermohon agar Allah tetap membimbing agar hati ini tetap dalam kebaikan, tetap menjadikan keridhoan-Nya satu tujuan. Masyaallah, sejuk sekali. Damai dan terasa ketenangan yang dirindukan. Hati lapang, pikiran tenang, segala yang dilakukan menjadi terasa lebih ringan.

“…..wa ilaa rabbika farghab…” dan hanya kepada Tuhan-mu, engkau berharap.

Hajiah M. Muhammad

Depok, 7 Desember 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s