Yang Tertinggal

“Ada yang ketinggalan gak?“, tanya sang dosen.

Hmm, insyaallah gak ada Pa”, sahutku sambil berpamitan meninggalkan ruangan jurusan.

Siapa sangka, setelah sampai di lobi utama gedung fakultas, tiba-tiba jadi kepikiran tentang apa yang sebenarnya tertinggal di gedung ini. Bagaimana pun, gedung ini menjadi saksi bisu perjalanan seorang Hajiah menuntut ilmu.

Tahun 2010, terdaftar sebagai mahasiswi di jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Merasa salah jurusan, menyesal dan bergam perasaan yang menyesakan sampai pada titik ingin mengundurkan diri. Hingga pada tahun 2012, saya baru tersadar bahwa Allah takkan menyalahi garis takdir kehidupan. Kita boleh berencana tapi tentu Allah sebaik-baik Pengatur cerita. Dan saya pun tetap melanjutkan kuliah sambil merapikan keping-keping hati yang berserakan ketika hendak menyerah.

Salah jurusan? Mungkin iya. Tapi saya tak ingin berlama dalam penyesalan. Cukup bersyukur masih bisa duduk di bangku kuliah. “Mau jadi apa Kak? Kuliah kok jurusannya begitu?” . Ini adalah pertanyaan yang diajukan oleh Bapak saya sendiri. Beliau khawatir ke depannya saya sulit mendapat pekerjaan karena basic pendidikannya aneh, begitu yang Bapak sampaikan. Hingga kemudian saya menegaskan kepada diri sendiri bahwa perkuliahan yang ditempuh bukan untuk mendapatkan pekerjaan. Pertama,  karena saya memang lebih suka berniaga bukan menjadi pegawai di perusahaan orang lain seberapapun besaran upahnya. Kedua, perkuliahan ini saya niatkan untuk menuntut ilmu, melepas dahaga pikiran dan menambah wawasan. Ketiga, segala disiplin ilmu itu pasti mendatangkan kebaikan dan kebermanfaatan tinggal bagaimana kita memaknainya. Dan dari ketiga alasan itulah saya berhasil menghilangkan kekhawatiran Bapak, ditambah dengan memberikan nilai-nilai mata kuliah terbaik yang saya mampu.

Saudaraku yang dirahmati Allah, apapun yang tengah terjadi dalam hidupmu kini, syukuri dan lakoni saja. Mengeluh boleh, tapi jangan sampai keluh itu lebih besar daripada syukurmu. Ciptakan kebahagiaan dengan banyak bersyukur, melangkahlah terus membangun imperium kebaikan. Just do our best!

Hajiah M. Muhammad.

Depok.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s