Baper

​Saya semakin belajar bahwa kesiapan menikah antara kaum adam dan hawa memang berbeda. Mungkin yang paling mendasari adalah terkait amanah setelah berkeluarga. Kaum adam akan menjadi imam dan qawwam juga teladan bagi istri dan keluarga yang dipimpinnya. Jadi bukan lagi menyoal kemampuan finansial meskipun hal ini pun termasuk hal yang menjadi pertimbangan. 

Percayalah saudaraku, para lelaki sholih yang tampan hatinya, bahwa Allah akan selalu membimbingmu menjadi pribadi yang tangguh agar suatu masa nantinya akan dipertemukan dengan bidadari penyejuk mata dan hati.
Pun mereka, perempuan-perempuan yang tak pernah bosan melantunkan doa, yakinlah Allah mencintaimu dengan segala cara-Nya. Bersyukur dan bersabar adalah dua hal yang beriringan. 

Udah berusaha sebijak ini pun ada aja yang protes ‘Jiah gak ngerasain sih gimana sakit hatinya’
Tidak mengalami bukan berarti tak empati. Dari berbagai cerita saya dilatih, dididik untuk simpati, empati dan tak jarang berpikir mencarikan solusi. Tapi tetap dianggap tak peduli.

Baiklah. 😦

Semoga Allah kuatkan hati untuk terus berbenah diri. Luruskan niat!;)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s