Kenalan #2

Satu waktu ada yang curhat, Aku ini sadar betul kalo aku belum jadi orang sempurna, tapi aku mau dapat pendamping hidup yang sempurna. Aku mau rumah tangga yang dibangun nanti, berdampingan dengan orang yang super supaya bisa sampai surga bareng-bareng”. Saya tersenyum, sambil sesekali menerawang ke langit lepas seakan mencari kunci jawaban. Apakah beliau salah? Sama sekali tidak. Ia hanya perlu diingatkan, maka kepadanya saya berujar, “Pernikahan itu bukan mencari yang terbaik, tapi menjadikan diri kitalah yang terbaik. Bukan mencari yang sempurna karena kita pun jauh dari sempurna. Tapi, pernikahan adalah bagaimana orang-orang yang memiliki kebaikan ini saling melengkapi, untuk mencapai kesempurnaan. Kesempurnaan iman, kesempurnaan agama. Bukankah menikah itu separuh dari agama dan separuh sisanya dapat dipenuhi dengan rumah tangga yang dibangun dengan iman dan takwa?”. Masih ingat dengan hadits ini?

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)

Setiap orang memiliki karakter yang beragam karena terbentuk dari berbagai kebiasaan masing-masing. Oleh karena itu, menjadi keniscayaan jika mereka berharap dapat menemukan sosok yang lebih baik darinya dengan harapan dapat menuntun jalan ke surga. Sehingga ketika menentukan kriteria pasangan hidup, ingin yang begini, ingin yang begitu. Tidak masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika kriteria tersebut dikunci sehingga tidak ada tawar-menawar.

Perihal kriteria pasangan memang hal yang sampai saat ini membuat dahi saya berkerut. Kecocokan, kesesuaian seperti harga mati untuk mendapatkan kriteria yang diharapkan. Maka maafkan jika apa yang saya sampaikan ini terasa menyakitkan. Saudaraku, Pernikahan bukanlah ajak mencocokan A dengan B, bukan pula menyesuaikan C dengan D, akan tetapi pernikahan adalah menggabungkan A, B, C dan D menjadi kesatuan yang harmonis, yang berbalut pakaian iman yakni rasa syukur dan kesabaran. Bersyukur jika orang yang menjadi pendamping hidup adalah orang yang kita cintai, adalah orang yang sesuai dengan kriteria yang kita harapkan. Dan bersabar jika orang tersebut bukanlah yang kita harapkan, bukan orang yang sesuai dengan keinginan.

Maka perkenankan saya, si fakir ilmu ini menyampaikan pesan, “Saudaraku yang dirahmati Allah, kemuliaan akhlak yang dimiliki seseorang jauh lebih berharga dari tumpukan rupiah yang ia miliki. Kejujuran dan kesungguhan iman menjadi barang langka yang tak dapat dirupiahkan. Kemuliaan akhlak yang dimiliki seseorang jauh lebih menawan dari tampang rupawan meskipun tentu ada harapan mendapat pasangan yang menyejukan pandangan. Tapi, wajah yang senantiasa basah dengan basuh wudhu kan berikan pancaran iman, tak silau memang namun meneduhkan. Sejuk dipandang. Kemuliaan akhlak yang dimiliki seseorang jauh lebih menentramkan dari tinggi jabatan di tatanan sosial kemasyarakatan. Semangat perbaikan dan kebaikan, semangat menimba ilmu, semangat menebar manfaat kepada yang lain lebih diutamakan. Maka jika datang kepadamu seorang yang mulia akhlaknya, santun tutur katanya, terjaga shalat dan tilawah serta puasa juga bakti kepada orang tuanya, mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan sungguh, terimalah dengan hati lapang. Terimalah dengan kejernihan iman, melangkahlah bersamanya menuju lapis-lapis keberkahan”.

Hajiah M. Muhammad

Depok, 9 November 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s