Patah Hati

Perempuan yang patah hati, kemudian dia bisa mengobati lukanya (meski susah payah), maka dia tidak pernah sama lagi seperti yang dulu kita kenal. Dia telah berubah menjadi perempuan yang lebih tangguh, lebih kuat dan lebih mandiri. -Tere Liye-

Bagaimana bisa? Bisa!

Mereka yang bersungguh-sungguh menuju kebaikan meski dilemahkan langkahnya, diredupkan semangatnya, meski hatinya dipatahkan, terluka dan sedih berkepanjangan. Mereka akan tetap melangkah, mempersiapkan pijakan yang lebih mantap agar tak goyah. Mereka akan tetap melangkah, membangun benteng yang lebih kokoh. Mereka tetap melangkah meski tak seorang pun menolong, karena mereka percaya bahwa pertolongan Allah jauh lebih layak diharapkan, jauh lebih layak diperjuangkan.

Mereka yang terluka hatinya, akan memulai langkah-langkah kebaikan untuk bersegera menuju ampunan dan limpahan kasih sayang Allah. Ya, begitulah kebanyakan manusia. Mengingat Sang Pencipta setelah jatuh dan sakit tersebab ciptaan-Nya. Maka bersyukurlah jika hari ini, kita masih mengingat Allah. Maka bersyukurlah jika hari ini, selama nafas ini masih berhembus, kita masih menikmati tangis rintih memohon ampunan-Nya.

Mereka yang kuat adalah yang mampu mengendalikan amarah dan mampu mengobati segala luka hatinya. Mereka yang tangguh tersebab Allah yang mengusap lembut hatinya. Semoga pun Allah golongkan kita orang-orang yang demikian.

Hajiah M. Muhammad

Depok, 13 Oktober 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s