Dapat apa?

Benar memang, bangga dan syukur luar biasa ketika kebaikan yang kita lakukan mendapat apresiasi dari orang lain. Bahkan tak sedikit orang yang berharap mendapatkan pujian, atau bahkan penghargaan dalam bentuk lain. Tapi tidak bagi mereka yang menjadikan Allah sebagai alasan melakukan beragam kebaikan. Menjadikan kebaikan yang mereka lakukan sebagai amalan yang dapat menghantarkan langkah-langkah kecilnya menuju keridhaan dan keberkahan Allah.

****************

Saya ini bukan siapa-siapa, pun tak punya apa-apa. Hanya ingin menjadi sebaik-baik manusia yang bermanfaat untuk yang lainnya. Hanya ingin memudahkan kesulitan, hanya ingin meringankan beban. Tidak lebih. Ketika diberi label seperti tempat daur ulang sampah pun saya tak marah. Malah lucu dan juga kebingungan. Meski kadang juga ada rasa ingin tenggelam, melambaikan tangan ke kamera. *apasih*

Tapi rupanya, ada saja yang tak suka. Ada saja yang tak terima. Ada yang perlahan menancapkan duri, ada juga yang terang-terangan menghunuskan pedangnya. Ini hanya kiasan. Bukan sebenarnya. Alhamdulillah, saya masih bernafas hingga detik ini. Tetapi, kurang lebih itulah gambaran ketika mereka yang tak senang merasa tak dihargai, merasa saya sakiti. Kemudian saya bertanya, apa yang sebenarnya sudah saya lakukan? Dan untuk apa saya melakukannya?

Inilah jawabannya.

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

(QS. Al An’am: 160)

Siapakah yang paling menepati janji selain Allah? Tak ada dan memang hanya Allah. Dan inilah yang menjadi alasan untuk setiap kebaikan yang kita lakukan. Allah. Bukan pujian karena segala puji hanya bagi Allah. Bukan pula kemuliaan karena kemuliaan pun milik Allah. Jika manusia sekaliber Nabi Muhammad saja kebaikannya mendapat sandungan, cacian bahkan nyawanya selalu menjadi incaran. Siapalah seorang Hajiah yang tak punya apa-apa.

Maka saudaraku, tenang saja. Teruskan langkah-langkah kebaikanmu. Tetapkan di jalan Allah selalu. Jangan takut, jangan pula bersedih. Sebab bersama Allah, kekhawatiran berubah jadi ketenangan. Teruslah berbuat baik dan jangan berhenti menjadi orang baik. Ayo lebih baik lagi!

Hajiah M. Muhammad

Depok, 30 September 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s