Pada Waktunya 

Seperti obat, nasehat itu seringkali terasa pahit tapi menjadi penawar. Penawar rasa gundah, pelipur lara. Meski pada realitanya, ketika orang lain menyampaikan keluh kesahnya, mereka hanya butuh didengarkan. Bukan diberikan nasehat apalagi wasiat. 

Allah berikan dua telinga dan satu lisan agar lebih banyak mendengar bukan membuat bingar. Maka sepatutnya, kita mulai membiasakan diri untuk menjadi pendengar yang baik, tidak memotong pembicaraan apalagi curhatan orang lain.

Cerewetlah pada waktunya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s