Mengajak Berbuat Kebaikan #1

Bagaimana mengajak orang lain berbuat kebaikan? 
Ketika awal menutup aurat sekitar tahun 2007, saya mengernyitkan dahi ketika melihat orang lain dengan bangganya mengumbar aurat dengan gaya pakaian serba minimalis. Tapi kemudian saya sadar, saya pernah ada di posisi mereka dimana belum tergerak untuk menutup aurat. 
Pun ketika mulai paham bahwa Islam menganjurkan agar tidak mendekati zina, maka ketika itu saya memutuskan untuk tidak berpacaran. Jika ada kawan yang pacaran, saya mau marah dan seakan emosi meledak-ledak. Tapi saya menahannya, mengendalikannya agar tidak tumpah meskipun seringkali air mata yang membocorkannya.
Semakin banyak berinteraksi dengan orang dengan latar belakang pengetahuan dan pemahaman yang berbeda, secara tidak langsung mengajarkan untuk selalu bijaksana meskipun ada masanya harus tetap bersikap tegas. Hari ini dan seterusnya, akan tetap dan terus belajar untuk menghargai kebaikan orang lain. Tidak menghakimi melainkan menasehati, bukan menyudutkan melainkan mengarahkan, bukan menghardik melainkan mendidik. Mari mengajak bukan menginjak, mari merangkul bukan memukul, dan mari sini jalan beriringan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Hajiah M. Muhammad 

Depok, 27 Agustus 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s