Teman Duduk

Semakin banyak buku yang dibaca, semakin menyadari bahwa saya adalah orang bodoh karena sangat banyak yang belum diketahui. (Hajiah, 2016)

Buku sebagai jendela ilmu dan penawar dahaga wawasan, menjadi kawan duduk terbaik untuk mengizinkan waktu luang. Maka jangan heran ketika mengetahui jumlah buku bacaan para penulis bisa mencapai ratusan atau ribuan dalam setahun. Kemudian saya bertanya pada diri ini, sudah berapa banyak buku yang dibaca dalam sebulan? 😭

Mereka yang gemar membaca bisa terlihat dari bagaimana ketika berbicara. Tahu bagaimana? Bobot pembicaraannya berisi, bernutrisi untuk orang-orang yang mendengarnya. Menambah kepahaman ilmu dan juga keluasan berpikir. Masyaallah, betapa indah Islam mengajarkan umatnya untuk rajin membaca.

Sejatinya, ini adalah nasehat untuk menjadi cambukan diri agar buku-buku di lemari bukan dijadikan hiasan, melakukan menjadi pemenuh keburukan agar mendatangkan hal-hal yang lebih bermanfaat untuk orang lain.

Hajiah M. Muhammad 

Depok, 5 Agustus 2016

Advertisements

One thought on “Teman Duduk

  1. setuju, membaca adalah jendela dunia..
    walau tanpa ke parispun dengan membaca novel ber alur tempat paris.
    kita bisa merasakan dan berimajinasi bahwa paris itu begini dan begitu hanya berpedoman dari kata-kata di novel saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s