Bersegera

​Di antara riuh ramai isak tangis hamba di sujud dan doa-doa panjangnya, ada sebagian manusia yang lalai mengingat bahwa sesungguhnya Allah sedang menangguhkan siksa sebagai balasan dari maksiat yang dilakukan.
Begitulah manusia, lalai dan terbuai dengan kehidupan dunia fana. Tak banyak yang menyadari bahwa Allah tengah menanti taubatnya, menanti rintih penyesalan dan permohonan ampun dari hamba-hamba berlumur dosa. Adakah kita juga lalai menyadarinya?
Belajar dari Kurz bin Wabirah, beliau berkata, “Pintuku tertutup, kehormatanku ternoda, dan tadi malam aku gagal membaca Al Qur’an seperti biasanya. Itu semua karena satu dosa yang telah aku kerjakan”. (Shifatu Ash Shafwah Jilid III, hal 122)
Boleh jadi, terhalangnya semangat beribadah juga karena dosa yang perlahan membuat hati yang jernih menjadi gelap gulita sehingga beribadah pun terasa beban. “Orang yang merasa terluka karena dosa dan jika ia mengingat dosanya, maka ia akan memandang kecil amalannya” (Sa’id bin Jubair)

Disarikan dari Taujih Ruhiyah karya Abdul Hamid Al Bilali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s