Menangis

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimushshalihaat.

Kalimat itulah yang bergemuruh dalam hati selepas dibacakan hasil sidang skripsi saya tanggal 30 Juni lalu. Rasanya? Haru, bahagia, air mata pun seolah ikut meramaikan rasa. Masyaallah, saya merasakan bagaimana skripsi itu selesai di waktu yang tepat.

Tahun lalu, 2015, skripsi yang disusun dari bulan Maret diharapkan dapat selesai selambat-lambatnya bulan Juni dan menjadi kado di hari lahir suami. Tapi Allah mungkin memang sudah menakdirkan cerita yang lain, yang tentu lebih indah. Karena ternyata, Maret 2016 adalah waktu dimana saya kembali memulai bimbingan dengan dosen, melakukan penelitian ulang dan sampai akhirnya menyusun setumpuk laporan penelitian, skripsi.

Sepekan ini, tiap hari saya ke kampus. Sangat terasa bagaimana langkah-langkah yang sudah letih dan kepanasan. Tapi kita takkan merasakan manisnya hasil tanpa pahit perjuangan, begitulah kalimat yang selalu saya ingat ketika itu. Dan benar saja, Allah selalu punya rencana yang luar biasa hebat. Membuat saya semakin menyadari betapa Allah selalu memperhatikan dan mengasihi hamba-Nya. Tanggal 30 Juni adalah tanggal lahir suami, dan 1 Juli adalah hari kelahiran saya. Hasil sidang serasa menjadi kado untuk kami, karena setelah ini kami dapat melangkah ke cita-cita yang lain.

Apa cita-citanya? Saya dan suami ingin melanjutkan studi. Mohon doanya ya, saya bisa melanjutkan ke magister dan suami melanjutkan program doktoral. Allah sebaik-baik pengatur cerita, Maha Kuasa atas segalanya.

Setulus syukur,

Hajiah M. Muhammad

Depok, 1 Juli 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s