Bismillaah.

Aku menyebutnya Shalih, ada sebersit doa tersimpan di tiap untaian huruf itu.

Aku masih sangat ingat ketika dulu, semasa aku dan ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Hampir setiap hari, aku dan ia bertengkar. Meski hanya karena sepotong kue atau lauk yang ibu sajikan di rumah dan kami santap sepulang sekolah. Aku juga masih ingat, ketika dulu ia bersikeras menentang tiap apa yang aku sampaikan, meski hanya dengan mengabaikan keberadaanku yang sengaja mendekatinya. Dan juga ketika ia membuatku tertegun dalam kesalku, “Dede gak mau banyak omong, janji ini-itu. Tapi satu hal, De bakal buktiin kalo Dede mampu!”. Aku membiarkannya, membiarkan ia berlalu dan kembali sibuk dengan telepon genggamnya.

Tak banyak yang bisa kutuangkan di sini tentangnya, karena hanya tentang kesyukuranku dikaruniakan seorang adik seperti ia. Ya, ia adalah adikku. Adik shalihku. Masih lekat dalam ingat, ketika aku berbisik pelan di telinganya, “Semoga keshalihan bukan sekedar nama Dede”, karena akhir namanya adalah Abu Shaleh. Oh Allah, sungguh kata-kata itu selalu kumohonkan Kau memberikan ia cahaya, agar semakin nyata baginya bahwa Kau bersamanya, adalah Kau yang setia bersamanya, dalam suka dan dukanya. Dalam sehat dan sakitnya. Dalam lapang dan sempitnya.

Depok, 24 Januari 2016

H-13 Wisuda Adek 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s