Rasa kehilangan hanya akan ada jika kita pernah merasa memiliki. Ya, begitulah kecenderungan manusia pada umumnya. Padahal, apapun yang ada pada kita saat ini adalah titipan dari Allah. Dikarenakan itu semua hanya titipan, maka kita harus selalu siap kapan pun Pemilik-nya mengambil. Akan tetapi, rasanya saya pribadi pun tidak selalu siap bahkan seringkali lupa bahwa segala sesuatunya adalah milik Allah.

*****

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (155) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (156) Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (157)

(QS. Al Baqoroh [2] 155-157)

Ketika itu, sekitar pertengahan tahun 2012, saya sedang melancarkan hapalan ayat pilihan dan entah mengapa tertahan di ayat tersebut di atas. Berulang dan berulang, sampai keesokan hari setelah menghapal saya pun tidak terlalu memikirkan kenapa ayat tersebut yang terus diulang. Hingga peristiwa pagi itu menjadi jawaban.

Mushaf dengan rasm Utsmani pertama yang saya miliki, dibeli pada Islamic Book Fair dan menjadi kawan baru untuk tilawah dan muroja’ah tertinggal di angkutan umum! Di angkot dari rumah menuju kampus, saya biasakan untuk tilawah meskipun hanya beberapa ayat. Dan saat itu, saya duduk di bangku depan, samping supir. Sebelum turun dari angkutan tersebut, saya meletakkan mushaf di dashboard dekat kemudi supir. Singkat cerita, saya lupa mengambilnya sebelum benar-benar meninggalkan angkutan tersebut dan baru menyadari bahwa mushaf tertinggal di dashboard angkutan umum setelah shalat Zuhur dan hendak tilawah.

Menyadari mushaf tertinggal di angkot, saya ingat pernah menyimpan nomor handphone salah seorang supir angkutan tersebut dan langsung meminta bantuannya untuk mencarikan mushaf. Tapi, dikarenakan jumlah angkutan yang lumayan banyak, ditambah saya tidak melihat plat nomor angkutan yang saya tumpangi, pencarian pun dihentikan sampai hari kedua setelah mushaf itu tertinggal.

Sedih bercampur syukur jika mengingat peristiwa itu, kadang pun masih menitikkan air mata karena sangat merasa kehilangan. Tapi begitulah cara Allah mendidik hamba-Nya, dengan cara-Nya. Ayat-ayat yang saya hapalkan tersebut di atas bukan sebatas hapalan.

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (155) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (156) Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (157)

(QS. Al Baqoroh [2] 155-157)

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimushshalihaat…

Depok, 29 Juli 2015

Hajiah M. Muhammad

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s