Untung

Untungnya, melahikan itu menyakitkan! Meskipun demikian, nyatanya kaum ibu tetap menikmati kesakitan itu. Meskipun nyeri di sekujur badan saat kontraksi, saat tahap-tahap pembukaan mulut rahim. Masyaallah, begitulah kuasa Allah.

Ketika awal menikah, suami tanya, “Nanti mau punya berapa anak?”, saya tak menjawab selain memberikan senyuman. Dalam hati sebenarnya begitu takut karena membayangkan proses melahirkan yang menyakitkan, belum lagi perjalanan selama kehamilan tentu membuat payah yang bertambah-tambah. Tapi ternyata, setelah melahirkan dua anak, sungguh saya tak lagi merasa takut dengan rasa sakit itu. Sebab, pereda sakit yang bertambah-tambah itu hilang seketika mendengar tangisan bayi yang baru dilahirkan.

Bukan karena saya kuat, justru saya sangat lemah tetapi Allah-lah yang menguatkan sehingga saya merasa begitu bahagia meskipun sakit tak terkira. Masih sangat ingat bagaimana nyeri ketika melahirkan anak pertama yang ternyata berbeda dengan persalinan anak kedua. Ketika melahirkan anak pertama, saya harus melalui proses induksi untuk merangsang rasa mulas karena air ketuban terlanjur mengalir sedangkan saya tak merasakan mulas sama sekali.

Ketika persalinan anak kedua, ternyata Allah berkehendak lain. Proses induksi yang disarankan dokter batal dilakukan karena kontraksi yang semakin teratur. Di saat seperti itu (kontraksi) merupakan hal yang sangat menyakitkan tetapi nyatanya, saya pribadi tak kapok kalau suatu masa nanti harus melahirkan dan melalui fase-fase itu lagi, hehehe. 

Adalah mengingat Allah sebanyak-banyaknya, memohon ampunan sedalam-dalamnya yang menjadikan kita (kaum perempuan) mampu melewati kepayahan yang begitu melelahkan. Betapa tidak? Allah adalah sebaik-baik penolong dan pelindung. Sekuat-kuatnya fisik kita menahan rasa sakit ketika melahirkan, akan sia-sia jika tidak memperbanyak dzikir sebab dengan dzikirlah kita menjadi lebih tenang, rasa sakit pun bisa lebih reda, insyaallah.

Untungnya, melahirkan itu menyakitkan!

Tapi saya menikmati kesakitan itu, alhamdulillah bi ni’matihi tatimushsholihat ❤

Hajiah M. Muhammad

Depok, 22 Juli 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s