Berbuat Baik

Hadits dari  ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

“Ada seorang wanita yang datang menemuiku dengan membawa dua anak perempuannya. Dia meminta-minta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apapun kecuali satu buah kurma. Lalu akau berikan sebuah kurma tersebut untuknya. Wanita itu menerima kurma tersebut dan membaginya menjadi dua untuk diberikan kepada kedua anaknya, sementara dia sendiri tidak ikut memakannya. Kemudian wanita itu bangkit dan keluar bersama anaknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau, maka Nabi shallallhu ‘alaii wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudia dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka” (H.R Muslim 2629)

Anak adalah karunia yang Allah berikan sekaligus ujian bagi orang tua. Betapa tidak? Di balik keluguan dan keceriaan mereka yang mengisi hari-hari kita, tak jarang pula tingkah polahnya membuat dahi berkerut dan wajah cemberut. Sampai pada kondisi mereka menguras emosi, tapi tahan! Jangan marah, maka bagimu surga, begitu pesan Rasulullah. Ya, diakui atau tidak, menghadapi tingkah anak-anak bukan hanya menguras tenaga tetapi juga memicu amarah. Namun, hadits tersebut di atas kiranya menjadi pengingat kita bahwa ada balasan luar biasa bagi mereka yang berbuat baik kepada anak-anak. Terlepas dari apakah mereka berlaku baik atau buruk, menjadi tantangan bagi kita, para orang tua untuk tetap berlaku baik kepada mereka.

Ketika berhadapan dengan anak-anak, kita perlu membuat bayangan bahwa apa yang mereka lakukan boleh jadi karena melihat dan memperhatikan apa-apa yang kita lakukan. Seringkali saya merenungi apa kesalahan yang saya lakukan ketika Ayeesha melakukan hal-hal yang membuat saya banyak beristighfar. Padahal, kenakalan yang dilakukan masih sangat layak mendapatkan maaf daripada ungkapan emosi yang meluap.Tangisan pun kadang tak tertahankan ketika mendapati cubitan atau gigitan Ayeesha, sakit rasanya. Tapi mungkin ia akan lebih merasakan sakit ketika saya marah.

Alhamdulillah, sejauh ini masih bisa menahan emosi dengan berdiam diri ketika Ayeesha nakal. Misalkan, ketika sedang bermain, tiba-tiba ia gregetan dan seketika itu pula saya digigit! Awalnya, saya memang teriak karena kaget, tapi karena sudah sering demikian jadi hanya terdiam kemudian sampaikan ke dia bahwa saya tidak suka dengan sikapnya yang demikian dan memintanya untuk meminta maaf karena itu menyakitkan orang lain. Saya tidak ingin ia berlaku seperti itu terhadap teman-temannya atau orang lain di sekitarnya.

Ayeesha sangat ketakutan jika saya mendiamkannya setelah ia melakukan hal yang keliru. Setelah mendiamkannya dan saya sudah merasa tenang barulah memberikan pemahaman meskipun memang tak sepenuhnya ia paham, terbukti dengan kenakalan-kenakalan yang berulang ia lakukan. Wajar, begitu anggapan saya karena ia masih belum mengerti bahwa terkadang apa yang ia lakukan adalah hal yang salah.

Jika tidak mengingat hadits tersebut di atas, mungkin saya sudah menyerah sejak menemukan kenakalan-kenakalan yang Ayeesha lakukan. Tapi Allah masih berikan saya kesempatan untuk selalu belajar bahwa menjadi orang tua tak melulu benar, tak selalu harus didengar. Sebab, anak pun berhak menyampaikan apa yang hendak ia lakukan. Kita hanya membimbing, mengarahkan, dan memberikan pemahaman tanpa menghakimi bahwa mereka nakal dan sulit diatur. Kita pun perlu kiranya bermuhasabah, mungkin ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan dan belum sempat memohon ampunan sehingga Allah uji dengan kenakalan anak.

Bersyukur karena Allah berikan kesempatan mendidik anak yang merupakan tabungan akhirat, semoga Allah mampukan kami mengemban amanah ini.

Depok, 3 Juli 2015

Hajiah M. Muhammad

Rabbana hablana minashsholihiin...
Rabbana hablana minashsholihiin…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s