Tiga Puluh

Hari ini, sebenarnya tak ada hal yang istimewa meskipun hari ini adalah hari kelahiran suami. Kami terdidik di lingkungan keluarga yang tak begitu ngeh sama hari kelahiran. Sehingga kami pun seolah sepakat bahwa hari kelahiran tak perlu diperingati. Hanya saja, sebagai salah satu bentuk perhatian dan kecintaan saya terhadap suami eaaaa, maka pagi hari sepulang beliau menunaikan shalat Shubuh, kalimat itu pun terucap, ‘Selamat milad ya, baarokallah, selamat bermuhasabah’. Dan beliau hanya melemparkan senyum sumringahnya, tak ada kata-kata, mungkin terharu atau malah terkesan biasa saja. Tak masalah bagi saya, karena beliau selalu punya cara ungkapkan penghargaannya atas apapun yang saya lakukan, hehehhe.

Ada hal yang mungkin lucu di beberapa hari sebelum hari ini, iseng saya berujar, ‘Kamu beberapa hari lagi usianya tiga puluh tahun, pernah bilang kalo berharap bisa punya dua anak di usia ini, kan?’, beliau hanya mengangguk pelan dan melemparkan senyuman. Ya, beliau memang begitu. Tak seperti saya yang cerewet, atau mungkin memang mayoritas kaum pria hemat bicara? Ah! Biarlah. Bahkan ketika beliau diam pun saya merasa banyak kata yang diungkapkan, hanya saja tak sampai di lisan.

Tentu banyak doa yang ingin dipanjatkan, banyak harap dan pinta yang ingin disampaikan, tapi satu hal yang harus senantiasa kita renungkan. Bahwa berkurang jatah usia adalah keniscayaan, menjadikan kita pribadi yang semakin dekat atau jauh dengan Allah Arrahman. Selamat bermuhasabah.

Segenap jiwa raga,

Depok, 30 Juni 2015

Hajiah M. Muhammad

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s