Dari Jauh

Dari jauh, terbayang wajah-wajah teduh yang terjaga wudhu. Wajah syahdu yang kurindu. Seperti kilas balik pertemuan satu per satu hingga Allah jadikan jarak di antara kita terasa begitu jauh. Tapi aku ingat, selalu ada cara untuk saling berpeluk, doa. Ya, doa. Karena doa adalah cara memeluk dari jauh, saat mata tak saling menatap, saat tangan tak saling berjabat, saat raga tak saling berpeluk maka doa adalah sesuatu yang melegakan meski seringkali diiringi sesak tangisan.

Dari jauh, aku menatap sekeliling dan tergetar saat terkenang awal kita berkenalan. Tak saling sebut nama karena aku yang tak mudah mengingat nama, dan mereka pun seakan memaklumi kekuranganku yang mungkin tak biasa mereka temukan. Kita memang jarang bersua, tetapi selalu ada hikmah ketika kita berjumpa. Selalu ada tangis dan tawa saat kita bertukar cerita, saat kita membicarakan banyak hal tentang episode-episode kehidupan. Tak ketinggalan cerita tentang cita-cita dan mimpi yang membuat kita selalu punya energi untuk berlari!

Dari jauh, bayang-bayang saat kita tak sejalan, saat egoku menguasai hati dan pikiran. Saat kata maaf begitu berat kuucapkan, dan saat nasehatmu terasa begitu menyudutkan. Padahal, seringnya aku yang berbicara lantang, tentu lebih banyak kesalahan dalam pengucapan maupun tindakan.

Ah! Aku sedang tak mampu berbicara lebih lama. Maafkan aku, maafkan aku. Aku hanya ingin sampaikan rindu pada pemilik wajah-wajah teduh dan syahdu yang terpancar dari penjagaan wudhu. Allah, jaga mereka selalu, dalam keimanan yang selalu menyala, dalam taat yang selalu membara, dalam kasih sayang-Mu yang tiada tara.

Sahabat, salam rinduku untukmu, kupanjatkan rabithah pengikat kalbu.

Allahumma innaka ta’lamu anna hadzihil quluub, qodijtama’at ‘ala mahabbatik, waltaqot ‘ala thoo’atik, wa tawahhadat ‘ala da’watik, wa ta’ahadat ‘ala nushroti syarii’atik, fawatstsiqillahumma raabithotaha….fawatstsiqillahumma raabithotaha…fawatstsiqillahumma raabithotaha…wa adim wuddaha wahdiha subulaha wamla’ha binuurikalladzi laa yakhbuu wasyroh shuduurohaa bifadhlil iimaanibik, wa jamiilittawakkuli ‘alayk wa ahyiihaa bima’rifatik wa amitha ‘ala syahaadati fii sabiilik innaka ni’mal mawla wa ni’mannashiir. allahumma aamiin wa shollillahumma ‘ala sayyidina muhammad wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallim.

Segenap rindu,

Depok, 29 Juni 2015

Hajiah M. Muhammad

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s