Konsultan :D

Entah apa yang sebenarnya saya pikirkan ketika terlintas dua kata itu, “ta’aruf consultant”, ada gelitik yang tak terlalu lucu tapi mengundang tawa beberapa detik. Sejujurnya saya tak terlalu memikirkan istilah tersebut, tapi karena selalu ada yang konsultasi terkait ta’aruf, maka tercetuslah istilah itu. Tulisan ini pun saya maksudkan hanya untuk berbagi perihal proses ta’aruf sebagai jalan yang disyariatkan Islam untuk menuju jenjang pernikahan.

Sama halnya dengan konsultan-konsultan lainnya, konsultan ta’aruf pun sebaiknya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang terus digali agar kliennya tak salah arah. Bagaimana pun, tentu kita berharap proses ta’aruf yang dijalani mendapat keberkahan, bukankah begitu? Oleh karenanya, kita perlu mendiskusikan hal-hal apa saja yang sebaiknya dilakukan dan tentu pula ada hal-hal yang sebaiknya dijauhi agar keberkahan Allah berikan selama proses yang dijalani, insyaallah. 

Tanpa bermaksud memproklamirkan diri sebagai konsultan ta’aruf, karena saya pun masih perlu banyak belajar agar proses ta’aruf yang dijalani tak melanggar syariat dan menjaga dari segala bentuk maksiat, sekecil apapun itu. Ada hal yang kadang, atau bahkan seringkali disampaikan kawan-kawan yang menjalani ta’aruf, soal rasa. Ya, soal rasa yang entah muncul dari mana. Soal rasa yang tetiba hadir, hilang, kemudian hadir lagi dan terus mengganggu *ceileh*. Hal ini yang sulit dibendung, *halah* apalagi untuk perempuan yang memang mengedepankan perasaannya. Iya apa iya? :D. Hal-hal berkaitan dengan perasaan memang sulit dikendalikan. Akan tetapi menjadi hal yang menentramkan ketika kita mengembalikan segala rasa itu kepada Sang Pencipta. Jangan sampai, lalai menjaga perasaan tersebut hingga akhirnya perlahan menjadi noktah hitam yang semakin memburamkan pandangan mata hati.

Pernah saya sampaikan kepada beberapa kawan yang mendiskusikan niatnya untuk segera menikah, ada juga yang sedang dalam proses ta’aruf, bahwa seringkali kita membuat konklusi dari ekspektasi-ekspektasi sendiri yang di kemudian hari hanya menyisakan penyesalan atau malah sakit hati. Misalnya, sebelum memulai proses sudah ‘ketakutan’, khawatir sang calon tak melanjutkan prosesnya. Atau ketika proses, sudah ge-er bahwa calonnya adalah jodohnya. Untuk hal ini, ada pesan untuk semuanya, bahwa sedetik sebelum akad, belum ada istilah suami-istri, jadi please jangan ge-er. *kalem*

Ada catatan tersendiri yang saya ingat, bahwa proses ta’aruf seringkali dianggap legalisali untuk saling berinteraksi antara ikhwan-akhwat tanpa perantara. Boleh saja jika ada hal-hal yang ditanyakan, akan tetapi akan lebih baik jika pertanyaan tersebut ditulis lebih dahulu baru kemudian nanti ditanyakan. Atau, jika ada hal yang mau ditanyakan, ‘manfaatkan’ perantara yang membantu, insyaallah hal ini sebagai ikhtiar kita untuk menjaga, semoga keberkahan Allah terus mengalir selama proses yang dijalani.

Ketika ta’aruf setan semakin gigih merusak niatan insan yang tengah ikhtiar untuk genapkan setengah agamanya. Mengutip ungkapan dari seorang kawan, ibu muda dengan dua orang putrinya, beliau sampaikan, “Setan itu gak pernah lelah goda manusia yang mau ibadah, karena nikah kan untuk ibadah toh?”. Ungkapan tersebut saya dapatkan setahun lalu, ketika jalani ta’aruf dengan lelaki yang kini menjadi suami saya. Dan saya sependapat dengan beliau, selalu ada hal-hal yang membuat langkah maju mundur karena niat yang mungkin tak lurus. Oleh karena itu, hal urgent yang paling utama sebenarnya adalah menelisik kembali niat untuk menikah. Luruskah untuk ibadah?

Tulisan ini bukan untuk menggurui, sekedar sharing. Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada kesalahan penyampaian atau ada kata yang kurang berkenan. Ohya, silakan bagi yang ingin berdiskusi dengan saya *siapa gue?* bisa melalui akun Twitter atau Facebook. Atau email ke hajiah90@gmail.com. Salam supir! Eh, salam super >.<

184153_164505430266910_297954_n

Hajiah M. Muhammad

Sabtu, 14 Desember 2013/11 Safar 1435 H

Ta’aruf Consultant :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s