Cinta Cara-Nya Mencinta

“Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka ia diuji (dengan musibah yang menimpanya).” (HR. Bukhari)

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Itulah ujian, hakikatnya kan terus silih berganti sebagai pembuktian kesungguhan iman, apakah terlahir pada amalan ataukah sekedar sampai di ujung lisan.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-‘Ankabut (29):2-3)

Kebanyakan orang, ya, kebanyakan orang cenderung ‘protes’ ketika mendapati ujian, seolah Allah begitu ‘tega’ menguji mereka. Mungkin mereka, atau bahkan kita ada di antara mereka terlupa bahwa Allah takkan menguji di luar batas kesanggupan hamba-Nya.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah (2):286)

Sejenak mari kita pertanyakan hati, semoga ia masih dapat melihat segala yang tak tampak oleh mata, semoga ia masih dapat mencerna segala yang tak terpikir oleh akal, semoga ia masih dapat berlaku jujur di tiap sikap dan ucapan kita. Saya ingat sepenggal kalimat tentang iman, ialah meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan melakukan dengan perbuatan/amalan. Inilah yang akan menjadi cambuk bagi saya pribadi. Ketika Allah berikan ujian, kadang kala, atau bahkan seringkali tanpa sadar atau dengan sadar kita, ah tidak! Saya maksudnya, protes dengan ujian yang Allah berikan. “Ya Allah, beratnya ujian-Mu…”, padahal jika diingat, beragam ujian yang telah dilalui pun dirasakan berat, menguras ruang pikir dan hati yang tak sedikit. Akan tetapi, orang-orang beriman (semoga kita termasuk di dalamnya), kan senantiasa berprasangka baik terhadap Allah bahwa ujian yang tengah di hadapinya adalah tanda cinta Allah yang butuh diperjuangkan dan tak luput dari pengorbanan, sebab iman butuh pembuktian, bukti cinta hamba kepada Rabb-nya.

Jika saat ini, kita tengah diuji, yakinlah bahwa itu tanda cinta. Yakini bahwa ujian adalah bukti keimanan, fase peningkatan iman. Tidakkah kita malu pada mereka yang terus bersabar dengan beragam uji namun tetap tegar dan pantang mengeluh? Ujian tiap kita telah Allah tentukan kadarnya, takkan tertukar dengan kadar ujian orang lain. Tiap pundak kita takkan Allah bebani di luar batas kesanggupan memikul, sebab Allah Maha Mengetahui seberapa kuat pundak kita memikul beban. Yakini bahwa ujian bukanlah sebatas episode kehidupan yang harus dilalui kemudian hilang tersapu angin, sungguh bukan. Sebab ujian, tanda cinta Allah kepada hamba-Nya, selalu meninggalkan pesan dan pelajaran untuk kita renungkan, untuk kita buktikan keimanan.

Jika saat ini tengah di hadapkan pada beragam uji, ingatlah bahwa ujian sudah sepaket dengan solusi, tak perlu takut sebab Allah janjikan takkan melebihi batas kemampuan. Bahkan, Allah berikan janji lainnya, bahwa setelah kesulitan ada kemudahan, insyaaAllah. 

“Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau imannya lemah dia diuji dengan itu (ringan) dan bila imannya kukuh dia diuji sesuai itu (keras). Seseorang diuji terus menerus sehingga ia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa.” (HR. Bukhari)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s