Pun Perlu Ilmu <3

*lagi mainan hape disodorin buku ini sama zawjiy >.<*
*lagi mainan hape disodorin buku ini sama zawjiy >.<*

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Segala puji bagi Allah atas segala karuniaNya, atas setiap tetes cintaNya, atas setiap butir kasih sayangNya. Shalawat dan salam tercurah senantiasa kepada qudwah hasanah, manusia mulia, idola sepanjang masa, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, beserta keluarga, para sahabat, dan semoga kita termasuk umatnya yang istiqomah menjalankan sunnah-sunnahnya, allahumma aamiin.

Betapa menjadi orang tua bukanlah suatu hal yang mudah, sebab ia adalah amanah, terlebih kaum wanita, mereka adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Oleh karenanya, perlu ilmu dan iman sudahlah tentu. Saat ini, saat usia kandungan memasuki pekan ke-36, jujur saya ungkapkan bahwa saya mulai gugup menghadapi persalinan. Akan tetapi, satu keyakinan saya bahwa Allah menciptakan janin dalam rahim kini sudah sesuai dengan kapasitas jalan lahirnya, insyaallah hal itu yang akan membuat saya tak gugup. Dan tentunya doa dan semangat yang dikirimkan orang-orang terdekat maupun yang jauh, alhamdulillah, maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kan kau dustakan?

Dan di tengah masa penantian kelahiran buah hati, saya semakin rajin bertanya kepada mereka yang lebih pengalaman *yaiyalah :D*, karena dokter kandungannya lumayan sibuk jadi agak lama nunggu respon dari beliau. Alhamdulillah sekarang teknologi semakin canggih, bisa googling, atau chatting dengan kawan meski jauh di negeri seberang *ceileh >.<*

Ohya, itu di awal tulisan ada cover dari buku karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, diminta sama suami untuk baca, dan sampai tulisan ini saya ketik, bukunya baru dibuka-buka, belum dibaca seluruhnya, tapi insyaallah setelah ini publish, itu artinya saya sudah membacanya, kalaupun belum semua, minimal dapat resumenya, hehehehe 😀 

Di bagian depan, ada tulisan “Bingkisan Kasih Untuk si Buah Hati”, yap! Ini bisa dikatakan sebagai kado yang indah untuk sambut buah hati, utamanya bagi keluarga yang baru dikaruniai seorang anak, seperti saya dan suami *insyaallah, alhamdulillah*. Buku ini tak jauh berbeda  dengan buku persiapan sambut kehadiran buah hati pada umumnya, kami membacanya karena berharap apa yang kami lakukan sebagai ‘penyambutan’ itu sesuai tuntunan syariat dan beroleh keberkahan, allahumma aamiin, maka kami cari referensi yang di dalamnya sesuai tuntunan syariat. Dan alhamdulillah, meski buku sederhana ini tak terlalu tebal, sudah cukup memberikan penjelasan yang rinci untuk kami dan kepada keluarga kecil lainnya.

Bab pertama dari buku ini membahas tentang sunnah memohon keturunan, tentu setiap pasangan suami istri berharap mendapat keturunan dalam keluarganya, bahkan Rasulullah pun berpesan kepada kaum adam, “Dari Anas Ibnu Malik radhiyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wa sallam memerintahkan kami berkeluarga dan sangat melarang kami membujang. Beliau bersabda: “Nikahilah perempuan yang subur dan penyayang, sebab dengan jumlahmu yang banyak aku akan berbangga di hadapan para Nabi pada hari kiamat.” (HR. Ahmad. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban). Dalam al-qur’an, setidaknya ada beberapa ayat yang dapat dijadikan doa memohon keturunan, di antaranya, “Ya Allah, anugrehkanlah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Memperkenankan doa.” (QS. Ali Imran (3):38). “Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku anak yang shaleh.” (QS. Ash-Shafat (37):100). “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Furqon (25):74). 

Bab kedua, berkenaan dengan larangan membenci anak perempuan, karena hal demikian merupakan sikap masyarakat jahiliyah sebelum Islam datang. “Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Barangsiapa merewat dan menafkahi dua anak perempuan hingga baligh, maka di hari kiamat ia berdekatan denganku seperti ini. Kemudian Rasulullah menghimpun kedua jarinya” (HR. Muslim). Jika seorang manusia mulia mengatakan demikian, lantas apa yang membuat kita membenci kehadiran anak perempuan? Maka dari itu, menjadi pelajaran berharga untuk kita semua, kehadiran bayi, baik laki-laki maupun perempuan merupakan titipan yang tak sembarang orang mendapatkannya, bersyukur dan bersabar atas segala ketentuan Allah atas tiap hambaNya.

Bab ketiga, keempat, dan seterusnya silakan dibaca sendiri ya, heheheh, termasuk buku langka memang, tapi saya ada judul buku rekomendasi lain yang gak kalah keren! Karya ustadz Fauzil Adhim, judulnya “Segenggam Iman Anak Kita”, *recommended!* 

Mungkin ini aja yang bisa saya share kali ini, semoga bermanfaat untuk semuanya, utamanya untuk saya pribadi. Yuk belajar belajar belajar 🙂

Hajiah M. Muhammad

Selasa, 29 Oktober 2013/25 Dzulhijjah 1434 H

Belajar Jadi Ibu Berilmu {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s