Dengarlah, Dengar…

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu"  (QS. Luqman (31):14)
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”
(QS. Luqman (31):14)

Semakin merindumu, duhai anakku. Air mata bercampur tawa menghiasi wajahku sebab variasi ‘sapaan mesramu’. Nyeri memang, tapi perasaan rindu ingin memelukmu, mendengar dan menafsirkan tangisan dari mulut mungilmu membuatku melupakan segala nyeri itu.

Anakku, menginjak 36 pekan usiamu dalam rahimku. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Teringat ketika bidan pastikan kehadiranmu mengisi hari-hari bersama dalam rahimku. Mual di awal kehamilan adalah hal yang lumrah, tapi tak lantas membuatku menyerah. Kau mengajarkanku untuk terus berbenah agar kelak ketika kau terlahir, akulah madrasah pertama yang kan mendidikmu, bersama ayah menuntunmu ke jannah, insyaallah.

Anakku, memasuki tri semester ketiga usiamu dalam rahimku. Selalu ada keping cinta dan rindu untuk menyambut kehadiranmu. Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu, sayang. Belajar dan terus belajar menjadi orang tua yang mendidik anak-anaknya dengan bekal iman dan takwa. Meskipun aku bukanlah manusia yang sempurna, ada salah dan lupa yang tak luput dariku.

Dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dengan beragam keluhan di masa kehamilan, membuatku semakin menyadari betapa lemah diri tanpa pertolongan dan kekuatan dari Illahi. Allah, Dzat Maha Pencipta, Ia menciptakanmu, aku, ayah dan seluruh manusia dari setetes air yang hina. Sebab itu kita senantiasa merendahkan diri di hadapanNya, mengabdi dan menundukpatuhkan penghambaan padaNya. Aku pun masih tertatih mencintaiNya, sayang…, tapi kita kan melangkah bersama, tuk sempurnakan penghambaan kita padaNya.

Anakku, tahukah kau sayang? Di masa sekarang ini, di saat kerinduan begitu menderu dalam hati, saat  tiap gerakanmu seakan mengajak untuk terus bergerak hingga lelah sirna, hingga letih pun tak terasa. Aku rasakan kehadiranmu semakin nyata dan pun Allah semakin menguji sejauh mana kesyukuran dan kesabaran bunda dengan ujianNya. Betapa Allah Maha Kuasa atas segalanya. Hadirmu di rahim saja begitu membahagiakan sayang, apatah lagi jika kedua tangan ini menggendongmu, membelai lembut tiap inchi tubuh mungilmu. Ah, baiklah, bunda akan tunggu hadirmu selalu, dalam kesabaran penuh cinta dan rindu.

Hajiah M. Muhammad

Sabtu, 26 Oktober 2013/21 Dzulhijjah 1434 H

Penuh Doa Untukmu, Anakku… {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s