Mungkin Terlupa

Bismillahirrahmaanirrahiim.

 

Semoga Allah masih perkenankan hati-hati kita tetap dalam iman. Semoga Allah masih teguhkan langkah-langkah kita tapaki jalan kebenaran. Shalawat dan salam semoga tercurah senantiasa kepada qudwah hasanah, manusia mulia, Nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wa sallam, beserta keluarga, sahabat dan semoga kita adalah bagian umatnya yang mendapat syafa’at di akhirat kelak.

 

Rasanya, dan memang pada faktanya, kasih sayang Allah selalu lebih berlimpah daripada ujian yang Ia berikan. Itulah sebabnya kesyukuran membuat kita mampu untuk tersenyum meski dalam keperihan dan kepahitan. Dengan bersyukur, kita yang lemah ini mampu menghadapi beragam ujian penempaan diri. Oleh karenanya, keimanan tak sekedar ucapan, ia terlahir dalam bentuk amalan sebagai bukti. Adakah kita menyadari?

 

Tak banyak yang bisa dilakukan jika keluh kesah lebih mendominasi hati dan pikiran. Maka bersegeralah pada kucuran karuniaNya yang mungkin sering terlupakan. Apakah? Nikmat sehat dan waktu luang. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang” (HR. Bukhari, no. 5933).

 

Saudaraku, jika hari ini kelelahan ragamu terasa begitu perih atau bahkan menyesakkan, tetaplah dalam kesyukuran. Semoga Allah berkenan limpahkan kekuatan agar tetap mampu berdiri meski dalam keperihan. Semoga Allah berkenan curahkan kasih sayang sebagai pengganti peluh dan air mata yang tergadaikan. Tetap penuhi hak-hak tubuh agar Ia sehatkan jasad, semakin kokoh pijakan dan tekad.

 

Jika saat ini, waktu dalam sehari semalam terasa begitu sempit, mungkin ada hal sia-sia yang tanpa sengaja dilakukan. Bermuhasabah, periksa apa saja yang telah kita kerjakan sehari ini? Adakah menambah kebaikan dan kebermanfaatan ataukah justru menghantarkan kita pada kelalaian dan kemaksiatan? Tetap semangat dan saling mendoakan. Apa yang kutuliskan adalah nasehat untuk kita semua, utamanya diri sendiri yang tak lepas dari salah dan lupa. Selamat bermuhasabah.

 

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nahl (16): 18)

 

Hajiah M. Muhammad

Jum’at, 11 Oktober 2013/7 Dzulhijjah 1434 H

Saling mengingatkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s