Bolehkah Aku Cemburu?

Harum wangi syuhada saat syahid menjemputnya
Bergetar jiwa yang mengiringinya
Tak henti menyebut kalimatullah (I.R.A)

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya” (QS. Al-Baqarah (2):153)

Aku bertanya, sebenarnya siapa yang pantas ditangisi banyak air mata jika kalian tersenyum saat terpejam mata, kembali pada Sang Pencipta? Sebenarnya siapa yang layak  dikasihani? jika kalian dapati kematian dengan seni yang indah, melalui perjuangan yang tak mudah. Malu! Aku malu pada Rabb-ku. Akulah yang seharusnya ditangisi sebab tak tahu bagaimana keadaan ketika nanti berpulang. Akulah yang seharusnya dikasihani sebab tak tahu apa yang telah diberikan sebagai perjuangan buktikan keimanan. Allah, betapa aku cemburu dengan senyum para syahid di sana.

Kematian mereka mungkin memang mengenaskan, namun senyum mereka saat matanya terpejam membuatku tak kuasa kemudian bertanya. Bolehkah aku cemburu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s