Gregetan !!!

Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda “Pergilah ke Syam karena itulah bumi Allah yang paling baik. Allah memilih manusia terbaik hidup disana. Jika kalian tidak hendak pergi ke sana (Syam) maka pergilah ke Yaman dan minumlah dari aliran sungainya.” [Sunan Abi Dawud; Musnad Ahmad; Shahih Ibn Hibban, 16:295; al Hakim, al-Mustadrak, 4:510; al Bayhaqi, sunan al-Kubra, 9:179]

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Semoga Allah mampukan seorang yang fakir ini menuliskannya. Sepenggal kisah tentang negeri yang tengah berkecamuk, bergemuruh dengan dentum bom dan deru peluru pasukan Bashar Assad. Satu dari negeri Syam yang kini tengah dihadapkan pada tragedi kemanusiaan, dimana puluhan ribu rakyatnya mati tanpa alasan yang dibenarkan… puluhan ribu lainnya terluka dan antri di pintu-pintu kematian sebab tak mendapatkan perawatan yang memadai. Di sisi yang lain, jutaan lainnya terlunta-lunta terusir dari rumahnya, hidup dengan sarana seadanya. Apa kabar saudaraku? Masihkah kau dapat memejamkan mata malam ini di saat dentum bom begitu nyata menyapa telinga? Maafkan, maafkan aku yang kadang lupa untuk sekedar mengirimkan sejumput doa. Maafkan, maafkan aku yang kadang lupa untuk sekedar mencari berita tentangmu di sana. Ya, aku memang masih jauh untuk membantumu, namun semoga doa dari seorang aku terijabah dan Allah kuatkan kau di sana untuk tetap dalam istiqomah, membela agamaNya yang mulia. Aku cemburu!

Cemburu pada semangat membela agamaNya, pada semangat mempertahankan kelurusan aqidah. Semoga keberkahan Allah senantiasa terlimpah di tanah Suriah dan di seluruh belahan dunia. Allahummanshur ikhwana muslimiina wa mujahidiina fii Suriah, allahumanshur ikhwana muslimiina wa mujahidiina fii kulli makaan wa fii kulli zamaan. Semoga doa ini terijabah, allahumma aamiin. Malu rasanya jika mengakuimu sebagai saudara sedangkan diri ini masih saja menutup mata bahwa kau tengah berjuang bela agama. Faghfirli… T.T

Presiden Suriah, Bashar Assad, yang berpaham Syiah Nushairiyah memanfaatkan kekuasaannya untuk membunuh rakyatnya tanpa sebab. Nushairiyah merupakan kelompok  yang tidak memiliki sifat kemanusiaan. Mereka melakukan kekejaman dan pembantaian terhadap kaum muslimin yang menentang rezim yang di bawah oleh penguasa mereka. Mereka akan terus menumpahkan darah kaum muslimin selama mereka memiliki kekuatan dan kekuasaan. Seperti pembunuhan yang mereka lakukan terhadap istri Hajjaj dan membuangnya di sumur zamzam. (Syaikh Abu Mus’ab As Suri, Rezim Nushairiyah, Al-Jazeera). Semoga mengingatkan kita bahwa Syiah bukan Islam!

Pribadi ini menyadari sepenuhnya bahwa boleh jadi banyak di antara kita yang memang belum mengetahui informasi terkini mengenai Suriah. Tak ada alasan bagi kita untuk menghakimi mereka yang ‘seolah tak peduli’. Tak membicarakan konflik Suriah bukan berarti menutup mata dan telinga dari pemberitaannya, apatah lagi hanya mengistimewakan Palestina. Janganlah kita memvonis mereka yang tak bersuara tentang Suriah itu tuli lagi buta hatinya, mungkin cara kita yang belum bisa mereka terima. Tak perlulah menyalahkan mereka yang ‘seolah lebih peduli Palestina’ meluputkan Suriah dari perhatian dan doanya. Ini aku! Ya, ini aku yang di akhir shalat ku doakan… Allahummanshur ikhwana muslimiina wa mujahidiina fii Suriah, allahumanshur ikhwana muslimiina wa mujahidiina fii kulli makaan wa fii kulli zamaan.
Haruskah kuteriakan di telingamu wahai kawan?

Memang tak mudah mengajak saudara kita yang lain untuk melihat Suriah, aku pun pernah merasainya. Percaya atau tidak, ketika berada di posisi strategis dakwah fakultas di kampus, aku berinisiatif untuk mengadakan dialog dengan tokoh mengenai konflik Suriah dan bermaksud mengadakan penggalangan dana bantuan. Akan tetapi, rekan-rekan lebih sepakat untuk mengadakan dialog dan penggalangan dana untuk Palestina. Sungguh, ada rasa kecewa terhadap mereka sebab seolah Palestina lebih sengsara dan Suriah tak apa-apa meski kita tak membantunya. Namun, langkah tak boleh surut, semangat tak boleh pudar. Dengan segala keterbatasan yang ada dalam diri, terus berusaha mencari informasi terkini dan menjaga kesungguhan hati untuk membantu mereka di Suriah. Dan bermohon semoga Allah memudahkan langkah.

Saudaraku, jika kita kini tengah disibukan pada pembangunan imperium kebenaran, mengapa masih saja mengurusi amalan orang lain? Fokus saja pada amalan-amalan kita, termasuk kepedulian terhadap Suriah. Jika kebanyakan orang masih belum membuka mata untuk Suriah, maka bantulah mereka untuk melihat tanpa menghujat. Jika kebanyakan orang masih menutup telinga untuk Suriah, maka bantulah mereka untuk mendengar dengan sabar. Jangan sampai kepedulian terhadap Suriah yang telah terbangun roboh seketika ketika kita sibuk menghakimi mereka yang belum atau tidak peduli. Tugas kita bukanlah untuk itu!

Sepotong pesan dari Hasan Al-Banna, beliau mengatakan bahwa jika kita ingin mendapatkan akhir yang baik, maka lakukanlah kebaikan sejak awal, tengah hingga akhir perjalanan. (Muhammad bin Ahmad, Memoar Hasan Al-Banna, Era Intermedia, Solo). Seperti yang telah Allah firmankan; “Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. An-Nahl (16):125).

Dakwah itu mengajak bukan menginjak, memikat bukan menghujat. Dakwah ianya mengingatkan bukan menyudutkan, menasehati bukan menghakimi. Dakwah itu merangkul bukan memukul, bersabarlah jika hanya sedikit orang-orang yang mau diajak pada kebaikan. Tak perlu menghakimi apatah lagi sampai mengomentari niat dari masing-masing hati dari mereka yang peduli. Siapa kita? Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam pun tak pernah mengurusi niatan para sahabat dalam beramal, hanya mengingatkan mereka untuk senantiasa menjaga kelurusan niat untuk Allah semata.

 

Palestina, Syiria (Suriah), Yordania, dan Libanon adalah empat negara yang terletak di negeri Syam, negeri para nabi. Tiada yang lebih istimewa untuk dibela antara satu dengan yang lainnya, semua adalah saudara kita, seiman dan seaqidah. Berat rasanya menuliskan ini, pengetahuanku tak seberapa mengenai sejarah, akan tetapi mencoba untuk mengingatkan diri sendiri dan kalian yang membacanya, bahwa di negeri lain mereka tengah membutuhkan bantuan kita, minimal doa. Ya, doa. Atau dapat menyalurkan bantuan dana untuk meringankan sedikit penderitaan mereka di Suriah melalui lembaga HASI (Hilal Ahmar Society Indonesia, http://hilalahmarsociety.org).

Hajiah M. Muhammad

Rabu, 10 Juli 2013/1 Ramadhan 1434 H

#SaveOurSyam

//

//

Advertisements

One thought on “Gregetan !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s