Ya, Kita Berbeda!

“…Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama me-reka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. Ar-Ruum (30): 31-32)

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat” (QS. Al-An’am (6):159)

Bismillahirrahmaanirrahiim.

“…Ya Rabbi, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thaahaa (20):25-28)

Tak ada harapan selain kebaikan semoga Allah selipkan dalam tulisan ini. Tiada harapan selain menjadi perenungan dan peringatan bagi diri, semoga ada sedikit manfaat bagi kalian yang membacanya. Ya, tulisan kali ini semoga menjadi nasehat bagi diri yang tak sempurna ini. Tulisan ini adalah nasehat bagi diri yang masih banyak kekurangannya. Dari seorang yang fakir ilmu, bermohon ampun pada Allah jika terselip kekhilafan dalam penulisan.

Sebelum lebih jauh, saya ingin meminta maaf kepada siapa pun yang pernah tersakiti hatinya sebab ucapan, sikap, dan atau tulisan saya, baik di jejaring sosial atau di blog ini.

*sigh*

Di awal tulisan sengaja saya cantumkan ayat-ayat qur’an berkenaan dengan golongan. Sungguh, tulisan ini bukan untuk memperkeruh keadaan masyarakat yang beberapa waktu yang lalu ramai dibicarakan. Tulisan ini dirangkai sebagai pengingat bagi kita semua, khususnya diri sendiri bahwa Islam adalah SATU! Yaitu, ahlus sunnah wal jama’ah. Kemudian akan hadir pertanyaan, bagaimanakah Islam yang dikatakan ahlus sunnah wal jama’ah?

Insyaallah pada kesempatan kali ini akan sedikit saya sampaikan.

Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah; Mereka yang menempuh seperti apa yang pernah ditempuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu anhum. Disebut Ahlus Sunnah, karena kuatnya (mereka) berpegang dan ber-ittiba’ (mengikuti) sunnah Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum.

Pengertian As-Sunnah menurut Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah : “As-Sunnah ialah jalan yang ditempuh, mencakup di dalamnya berpegang teguh kepada apa yang dilaksanakan Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam dan para khalifahnya yang terpimpin dan lurus berupa i’tiqad (keyakinan), perkataan dan perbuatan” (Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam (hal. 495) oleh Ibnu Rajab, tahqiq dan ta’liq Thariq bin ‘Awadhullah bin Muhammad, cet. II-Daar Ibnul Jauzy-th. 1420 H)

Disebut Al-Jama’ah, karena mereka bersatu di atas kebenaran, tidak mau berpecah-belah dalam urusan agama, berkumpul di bawah kepemimpinan para imam (yang berpegang kepada) al-haqq (kebenaran), tidak mau keluar dari jama’ah mereka dan mengikuti apa yang telah menjadi kesepakatan Salaful Ummah. (Mujmal Ushuul Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah fil ‘Aqiidah)

Dari dua definisi singkat ahlus sunnah wal jama’ah di atas, dapat kita simpulkan bahwa ia adalah golongan manusia yang menjalankan sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam dan berjama’ah, bersatu dalam urusan agama. Dalam hal ini, akan mengingatkan kita bahwa hal-hal furu’iyah (perbedaan) janganlah sampai memecah belah kesatuan umat. Perbedaan dalam hal ini di antaranya adalah perbedaan-perbedaan pandangan, pola fikir, pendapat, ideologi, dan berbagai perbedaan lain yang seringkali memicu perpecahan.

Inilah agaknya yang menjadi poin dari tulisan ini. Mengapa demikian? Agar kita memahami segala perbedaan yang ada, saling menghargai satu dengan yang lainnya. Tiap golongan selayaknya tak menghakimi apalagi sampai takfiri (mudah mengkafirkan kaum muslimin) ini akan menjadi pemicu perpecahan yang semakin merusak kesatuan umat. Fenomena yang terjadi adalah ada sebagian kita yang menutup diri dan pemikiran kita dari beragam perbedaan pandangan terhadap hal-hal yang memicu perdebatan.

Semoga kita masih ingat tentang pesan dari manusia mulia, Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam dalam sabdanya; “Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya” (HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah)

Ya, inilah yang perlu kita ingat bahwa perdebatan sekalipun dalam kebenaran bukanlah jalan untuk menemukan kesatuan paradigma. Seringkali terbentur pada pemahaman yang sempit dan menutup diri dari berbagai perspektif dari golongan lain. Perbedaan ada bukan untuk diperdebatkan, bukan untuk saling menjatuhkan apatah lagi sampai mengkafirkan dan merasa bangga dengan pemahaman di golongannya. Sejatinya kita adalah pembelajar, yang selalu mengkaji ilmu dengan ketulusan dan kelapangan hati, da tentu saja dengan kejernihan hati. Sebab ilmu adalah cahaya yang kan Allah selipkan bagi hati-hati yang jernih.

Menjadi keniscayaan bagi kita untuk senantiasa bijak menyikapi berbagai perbedaan yang ada. Jika mereka yang berada di luar agama ini bersatu padu  untuk melaksanakan kerja-kerjanya, mengapa kita yang ada dalam barisan dakwah dan kebaikan (insyaallah) masih saja bersiteru dalam perbedaan yang sifatnya ijtima’iyah? Jangan sampai tanpa kita sadari telah melakukan kemusyrikan dengan berbangga pada golongan yang tengah kita berada di dalamnya.

Kita memang berbeda dalam banyak hal, akan tetapi semoga capaian kerja-kerja dakwah kita hanyalah Allah ta’ala, tiada dari selainNya. Kita memang berbeda dalam banyak hal, akan tetapi semoga gerak-gerak langkah kita tak saling bersinggungan. Akan lebih harmonis jika kita bersinergi dan berbagi semangat kebaikan. Walllahu a’lam

Hajiah M. Muhammad

Selasa, 9 Juli 2013/30 Sya’ban 1434 H

Salam sinergi!

//

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s