Dengarkanlah, Nak…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk (lain). Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. ” (QS. Al-Mu’minun (23) : 12-14).

Segala puji bagi Allah atas segala karuniaNya, atas tiap tetes kasih sayang dan cintaNya, atas tiap butir kemurahan dan ampunanNya. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Segala puji bagi Allah, Dzat yang jiwaku ada dalam genggamanNya. Segala puji bagi Allah,,, subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar!

Takkan pernah cukup mengukirkan segala bentuk keagunganMu, duhai Allah… Takkan pernah cukup kesyukuran ini atas tiap kemurahan dan keampunanMu, duhai Allah… Namun semoga, aku adalah satu dari sedikit orang yang senantiasa bersyukur atas segala karuniaMu.

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl (16): 18).

Di ruang yang sangat terbatas dan dengan segala keterbatasanku sebagai seorang hamba, izinkan Ya Allah…, sejenak kuungkapkan kesyukuranku atas karuniaMu, terlebih atas janin yang tengah terjaga dalam rahimku kini.

Sejak mula mendapat kabar kepastian dari bidan tentang hasil cek kehamilan yang menunjukkan tanda positif, takbir seolah meledak-ledak dalam relung hatiku. Tak percaya secepat itu mendapatkan amanah dalam rahimku. Allahu akbar!

Hari demi hari, pekan demi pekan, usia kandungan kini memasuki pekan ketujuh belas. Semakin rindu ingin segera memelukmu, Nak. Semakin rindu ingin mendengar tangisanmu. Semakin rindu ingin segera mengganti popokmu, menyusuimu, mengalirkan keping-keping cintaku untukmu, Nak.

Dari hasil USG bulan ini, dokter sampaikan bahwa jenis kelaminmu adalah perempuan. Allahu akbar! Terlepas dari putra ataukah putri, engkau adalah buah hati yang kuharapkan menyejukkan pandangan, menentramkan hati, menjadi pelipur lara kala duka, dan semakin mengingatkanku untuk terus berbenah, menjadi sekolah pertama bagimu. Berbenah diri senantiasa, menjadi qudwah hasanah yang nyata, insyaallah.

Nak…, tulisan ini tergoreskan dengan penuh harap, semoga Allah membimbingku untuk mendidikmu, menjadikanmu satu pejuangNya yang istiqomah, teguh pendiriannya, kokoh pijakannya, di jalanNya. Aku berdoa dengan segenap cinta, semoga Allah menjagamu hingga tiba masanya kudengar pekik tangisanmu.

Ketika hadirmu nanti, ada ayah yang kan mengumandangkan azan dan iqamat di telingamu, sayang. Itulah, saat kali pertama kau membuka mata, menatap dunia tempat singgah kita. Anakku…, kau tahu? Tilawah yang terlantun dari lisan bundamu ini mungkin terdengar tak merdu, tapi percayalah bahwa bunda membacanya dengan penuh harap agar kelak kau adalah generasi qur’ani yang menjaganya, menjadi satu dari putra-putri surga yang membumikan ayat-ayat langit.

Ah, bunda tak cukup mampu untuk meneruskan tulisan ini, Nak. Terlalu banyak yang ingin diungkapkan. Doa tulus untukmu sayang, tumbuhlah menjadi anak yang taat. Menjadi pejuang Allah yang kuat jasad dan mantap tekad.

Salam sayang, Bunda.

Hajiah M. Muhammad

Selasa, 18 Juni 2013/9 Sya’ban 1434 H

Menanti kehadiranmu dengan segenap rindu.

 

//

Advertisements

2 thoughts on “Dengarkanlah, Nak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s