Hanya Pendapat Perseorangan

Bismillah.

Semoga Allah karuniakan kepada hati-hati kita kelembutan iman, kesantunan lisan, dan kejernihan pikiran.

Ikhwahfillah rahimallah, tulisan ini hanya ungkapan dari seorang yang pilu, seorang yang tak tahu apa yang seharusnya ia lakukan. Tulisan dari seorang yang tengah diuji kesabarannya meniti jalan kehidupan, kehidupan jama’ah dalam dakwah.

Ahad lalu (21 April 2013), menjadi hari dimana seruan itu ditunaikan. Ada ta’limat untuk meramaikan social media untuk menolak ajang Miss World 2013 yang akan dilangsungkan beberapa bulan ke depan. Saudaraku, seberapa yakin kita akan kekuatan ikhtiar dan doa? Masih ingat dengan hadits ini?

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

“Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan, jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)

Apa yang dapat kita lakukan untuk sekedar mengikhtiarkan agar event Miss World itu tidak dilaksanakan di Indonesia? Ramainya bentuk penolakan dari berbagai kalangan masyarakat diharapkan dapat mempengaruhi para pemegang regulasi terkait hal ini untuk membatalkan. Akan tetapi, ternyata tak semua sepakat untuk menolaknya. Ada yang bertanya, “Lho, kenapa ditolak? Event serupa di Indonesia seperti Miss Indonesia juga kan pamer aurat, kenapa gak ditolak?”, atau ada pernyataan lain, “Lo pikir, kalo ramein socmed sama hestek #TolakMissWorld tuh acara bakal batal? Kalo mau aksi tuh dikaji dulu, cari cara substantif, misalkan adain dialog dg MUI atau pihak-pihak terkait yang berwenang atas event itu, minta ke mereka supaya eventnya disesuaikan dengan kultur Indonesia yang mayoritas Islam.”

Bukankah kita telah mengetahui bersama bahwa dari pihak MUI pun menolak ajang tersebut diadakan di Indonesia karena jauh dari nilai-nilai bangsa timur. “Apabila itu terjadi pasti akan sangat mencederai atau menodai umat Islam di Indonesia,” tegas KH Muhyidin Junaedi, Ketua MUI Pusat Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional, dikutip dari laman Fajar, Senin (8/4/2013). Lantas, ketika MUI pun sudah menolaknya, apakah kita -ah, tidak, saya saja- yang bukan siapa-siapa di negara ini, melakukan diskusi dengan para pemegang regulasi, apa yang akan terjadi?

Saya sepakat jika ada yang ingin mengadakan pertemuan dengan para pemegang regulasi event tersebut agar menyesuaikan ajang Miss World dengan kultur Indonesia sebagai negara yang penduduknya mayoritas Islam. Akan tetapi, saat ini, sekecil apapun usaha yang dapat kita lakukan untuk mencegah kemungkaran itu, ada baiknya dilakukan. Saya sangat sedih dan kecewa ketika ada salah seorang kader dakwah kampus yang mencibir gerakan #TolakMissWorld di jejaring sosial, pernyataan beliau menurut saya sangat menyakitkan. Pernyataannya adalah sebagai berikut, “Adem liat TL (timeline Twitter), gak ada lembaga di *dia sebutkan kampusnya* ikut-ikutan gerakan yang outputnya tidak jelas. Suka sekali dengan budaya mengkaji di kampus ini. Terima kasih Allah.” Saya harap itu hanya pendapat pribadi dari yang bersangkutan, terlepas dari siapa dan mengapa terlontar pernyataan itu, saya hanya ingin mengingatkan diri sendiri, khususnya, dan kepada kalian pejuang kebaikan. Sekecil apapun yang dapat kita lakukan untuk menegakkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, lakukanlah! Kita dididik saling menghargai perjuangan yang orang lain lakukan untuk berlomba dalam kebaikan, kita pun dididik untuk saling mengingatkan jika ada cara-cara yang kurang berkenan, tapi saya rasa, kita tak pernah dididik untuk saling melemahkan, sebab perjuangan ini membutuhkan kekuatan dan kesungguhan, ketulusan iman.

Seperti yang telah tercantum dari hadits tersebut di atas, sekiranya kita tak menutup mata bahwa perang pemikiran kini semakin meraja lela, menyusup dan merusak akhlak anak-anak bangsa. Dimana kita saat kerusakan moral adik-kakak kita? Dimana kita saat kemungkaran terjadi merusak moral pemuda dan jauh dari nilai-nilai agama? Apa yang telah kita berikan untuk agama ini? Jika mencegah kemungkaran dengan selemah-lemah iman saja sudah enggan dilakukan. Masih hidupkah hati kita?

Hajiah M. Muhammad
Rabu, 24 April 2013/13 Jumadil Akhir 1434 H
Refleksi diri

Atau silakan dibaca dan pahami mengapa kita perlu menolak penyelenggaraan Miss World di Indonesia dari kultwit Ust. Felix Siauw di link ini >>> http://chirpstory.com/li/70492 (Ghazwul Fikri dalam Kontes Kecantikan #TolakMissWorld)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s