Merindu Permata Tarbiyah

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Permata tarbiyah, selayaknya sebutan itu yang paling layak tersematkan untukmu, mujahidah dakwah. Tentara Allah yang tak gentar dengan suara bom yang menggelegar, di tanah para ‘anbiya. T.T

Pagi itu, mataku terpaku pada layar handphone, mendapati pesan singkat yang dikirimkan beberapa kawan. Isi pesannya sama, mengabarkan berita duka. Kepergiannya, ya…, kepergian wanita penuh cinta, mujahidah dakwah yang menghibahkan diri dan jiwanya di jalan cinta para pejuang, dakwah.

Penggalan pesan singkat terakhir yang ia kirimkan kepada salah seorang kerabatnya pun didapati, semakin tertunduk hati. Malu. Ia dengan segala karunia yang telah Allah berikan kepadanya, memaksimalkan kontribusi dan segenap penghambaannya kepada Sang Penguasa. Asupan ruhiyah yang menjadikan ia mampu mengemban setiap amanah dengan kesungguhan, ketulusan, totalitas perjuangan.

Yoyoh Yusroh, nama itu yang sedari tadi lekat dalam pikiran. Sedikit mengingat perjuangan yang telah ia lakukan, dan jejak-jejak kebaikan yang telah ia semaikan. Terlebih lagi, peranan utamanya sebagai madrasah pertama bagi putra-putrinya. Semoga Allah memberkahinya senantiasa, dan memampukan kita meneladani kesungguhan tekadnya untuk berikan yang terbaik bagi Allah…, ya, mardhatillah. Insyaallah.

Di tengah beragam aktivitasnya, tak kurang tilawah 3 juz per hari, itu pun dirasa masih jauh dari yang semestinya dilakukan. Lalu, berapa banyak tilawah saya? Tentunya, beliau tak sedekar membaca tapi juga berusaha memahami dan mengamalkan apa yang telah Allah firmankan lewat ayat-ayat cintaNya. Pun pada tiap hati-hati kita, adakah pesan cintaNya yang telah diamalkan?

Di tengah beragam aktivitasnya, tak luput dari menyapa karib kerabat, bahkan ketika memang sedang tak dapat merespon panggilan masuk di handphone-nya, ia sempatkan untuk menjawab telepon yang masuk dan membiarkan sang penelepon mendengarkan bahwa ia tengah berada dalam ruang sidang di gedung DPR, sebagai seorang politisi. Allahuyarhamha…

Di tengah beragam amanahnya di luar rumah sebagai seorang aktivis dakwah, tak lantas membuatnya mengabaikan amanahnya sebagai seorang istri juga ibu dari anak-anaknya. Ya, ia memainkan peranannya dengan sangat bersahaja. Di rumahnya, khadimat sangat dihargai keberadaannya. Selama beliau sempat, pekerjaan rumah bukanlah hal yang asing baginya. Meskipun ketika awal menikah ia bukanlah seorang yang pandai memasak, tapi tak menyurutkan semangatnya untuk belajar menjadi istri shalihah yang melayani suaminya.

Seolah tak ada cela yang tampak darinya, mungkin karena Allah menyayanginya, menutup aibnya seperti ia yang senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Silaturahim menjadi hal yang tak jarang ia lakukan. Mengunjungi tetangga juga kawan seperjuangan bukanlah hal yang sulit ia lakukan, meskipun mungkin bagi sebagian orang berat karena perlu meluangkan banyak waktu di perjalanan. Tapi tidak bagi beliau, almarhumah dikenal masyarakat sebagai seorang yang ramah, bersahaja, suka menolong orang lain. Dan itu terlihat ketika hari berpulangnya, orang ramai-ramai berdatangan memberikan penghormatan terakhir kepada permata tarbiyah.

“Mereka milik Allah, kami hanya dititipi. Kami selalu mohon bantuan Pemiliknya untuk menjaga mereka, mendoakan kebaikan di manapun berada. Selebihnya seperti dalam QS An Nisaa’ ayat 9, cara membesarkan anak adalah dengan mewujudkan taqwa dalam ‘amal & jujur dalam kata.” (Almarhumah Yoyoh Yusroh rahimallah) 

Aku kelu. Jemariku terpaku, kaku. Anggunmu dalam keteguhan. Harum mewangi buana. Jejakmu terpatri dalam diri. Mampukah aku meneladani amalanmu? Dan mampukah aku mengikut jejak langkahmu, meniti jalan kepulangan pada Sang Pencipta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s