Bismillahirrahmaanirrahiim.

Bukanlah seberapa banyak ilmu yang kau miliki, akan tetapi sejauh mana kau melangkah dan menjejak penuh arti, menyemai bibit-bibit kebaikan dari ilmu yang telah Ia anugerahi. Melangkah dalam kebaikan bukanlah soal siapa dirimu, bukan juga tentang seberapa banyak penghargaan yang orang lain berikan untukmu, akan tetapi melangkahlah meski orang-orang tak memperhatikanmu, meski mereka mungkin mengabaikan keberadaanmu. Kau takkan pernah merasa kecewa atau terluka ketika langkah-langkahmu karenaNya, sebab Ia yang menyemangati lesumu, menguatkan lemahmu, mengokohkan kerapuhanmu. Dan Ia juga yang kan memantapkan pijakmu, bermohonlah agar Ia menjadikanmu tetap dalam keimanan, dalam ketaatan padaNya.

‘Dan katakanlah,”Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. At-Taubah (9):105).

Wahai diri yang tengah berkompetisi dengan dirimu sendiri, apakah yang membuatmu mundur? Sedangkan melangkah setapak pun belum kau lakukan. Apakah yang menyebabkan langkahmu tersendat? Sedangkan semangatmu meluap-luap. Dan apakah yang membuatmu ragu sedangkan keyakinan seringkali kau gaungkan? Sepertinya kau keliru, terlalu sibuk mengurusi kekuranganmu dan melupakan karunia yang telah Allah titipkan padamu. Setiap manusia diberikan beragam kelebihan dan kemampuan yang dapat mereka optimalkan untuk menebar kebaikan. Dan itulah yang seharusnya kau camkan! Bukanlah mengutuk kekurangan yang ada padamu, biarkan saja hal-hal yang melemahkanmu, terus saja bergerak wujudkan mimpi-mimpimu. Boleh saja mereka lebih dulu meraih pencapaiannya, boleh saja mereka lebih dulu menikmati mimpi-mimpi yang telah nyata. Tugasmu adalah melakukan yang terbaik, agar Allah berkenan anugerahkan kebaikan bagimu. Yakinlah, ketika Ia berkenan atas segala amalan-amalanmu, tiada yang dapat mencegah pertolonganNya, tiada yang menghambat bantuanNya, termasuk musuh terbesarmu, yaitu dirimu!

Ya, kau memang tak sedang berlomba dengan siapapun selain dengan dirimu sendiri! Your enemy is your self! And you have to keep struggle to be stonger, then do your best! Apakah tujuan yang hendak kau capai? Adakah semata agar kau mendapat atensi dan apresiasi dari orang lain? Ataukah ketulusan untuk menebar kebaikan dan kebermanfaatan yang menjadi tujuan?

Saudaraku, tahukah kau? Sungguh aku cemburu pada pencapaian-pencapaianmu. Seolah kau berlari mengejar dan mewujudkan mimpi-mimpimu, sedangkanku masih meratapi kekurangan yang ada padaku. Namun kini kumengerti, bahwa Allah telah memberikan kita kesempatan yang sama untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Ia pun memberikan kekuatan dan kemampuan yang sesuai dengan masing-masing individu. Terima kasih atas segala kisah yang kalian bagi padaku, sebab kita tak pernah tahu sejauh mana kita mampu. Melangkah meski payah, terus bergerak dan menjejak, menebar kebaikan dan kebermanfaatan. Semoga Allah memampukan. Semangat berjuang! Sampai jumpa di masa kejayaan, Indonesia gemilang. Semoga Allah memberkahi kita semua.

Everyone has a chance to be an agent of change. Everyone has a chance to be better, let’s do our best. No body knows. You’ll get what’s your dream, just believe in Allah. Do your best! Do your best! Do your best! Allah will see and appreciate your attempt to be close to Him.

Hajiah M. Muhammad
11 November 2012//26 Dzulhijjah 1433 H
Terus bergerak! Atau diam adalah kematian.

Advertisements

One thought on “Sebab Kita Tak Pernah Tahu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s