Dari Diri Sendiri

Bismillahirrahmaanirrahiim

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam tercurah kepada manusia mulia, Nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam.

 

Islam, dengan tuntunan dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi sebagai pedoman hidup manusia, mengatur setiap aspek kehidupan umatnya, tak terkecuali urusan kesehatan. Dengan segenap pengetahuan saya coba mengajak sahabat sekalian untuk memulai hidup sehat. Bagaimana memulainya? Mari kita kaji.

 

Kehidupan manusia, tentu memerlukan makan dan minum sebagai kebutuhan primernya. Hal ini tentu saja menjadi perhatian banyak pihak, tak terkecuali bagi mereka yang ingin hidup sehat.

Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. (QS. ‘Abasa (80):24)

Mari kita kaji lebih jauh. Mengapa Al-Qur’an memerintahkan kita untuk memperhatikan makanan? Kawan, tahukah bahwa di ayat lain Al-Qur’an pun menyampaikan pesan, makanan apa saja yang sebaiknya kita konsumsi. Sila perhatikan ayat berikut:

(27)  Lalu kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, (28)  Anggur dan sayur-sayuran, (29)  Zaitun dan kurma, (30)  Kebun-kebun (yang) lebat, (31)  Dan buah-buahan serta rumput-rumputan 

(QS. ‘Abasa (80):27-31)

 

Mengapa pembahasan ini menjadi sangat penting? Tanpa kita sadari, seringkali tak peduli dengan makanan atau minuman yang dikonsumsi. Dengan asumsi, ‘yang penting enak’, tanpa memperhatikan apakah makanan itu baik dan berguna bagi kesehatan ataukah tidak, atau bahkan justru makanan yang dikonsumsi menjadi sumber penyakit yang ada dalam tubuh kita.

 

Beranjak dari ayat-ayat tersebut di atas, menjadi acuan kita untuk lebih memperhatikan dan mengenali apa yang akan kita konsumsi untuk kesehatan tubuh, yang nantinya juga akan berdampak juga pada kesehatan jiwa dan cara berpikir kita. Men Sana in Corpore Sano, sepertinya ungkapan tersebut tak asing bagi kita. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, begitulah arti ungkapan tersebut. Lalu apa kaitan ungkapan tersebut dengan ayat-ayat di atas? Tentu saja ungkapan tersebut juga akan mengingatkan kita agar senantiasa memperhatikan makanan atau minuman yang kita konsumsi.

 

Selain makanan dan minuman, kita pun harus memperhatikan apapun yang akan masuk ke dalam sistem pencernaan. Gak boleh sembarangan memasukkan asupan-asupan tersebut, terlebih yang mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan, seperti rokok, alkohol, narkoba atau lainnya.

 

* Rokok

Ada hal yang menggelitik tiap kali saya melihat bungkus rokok, apakah itu? Mungkin kita telah mengetahuinya bersama, adakah yang mengerti apa yang saya maksudkan? Ya, kalimat peringatan yang ada di tiap-tiap bungkus rokok. Di sana tertulis, ‘Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin’. Sederhananya, dari peringatan tersebut menjadikan kita lebih cerdas, agar menjauhi atau menghindari kebiasaan merokok. Dalam perspektif Islam, hukum rokok adalah haram. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah (2):195, ‘…, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik’. Jika kita melihat dari segi manfaat, adakah yang didapatkan dari menghisap batang rokok? Pernah satu waktu saya menanyakan kepada beberapa teman kampus yang menjadi perokok aktif, ‘Eh sob, apa sih enaknya ngerokok?’, jawaban rata-rata dari mereka adalah karena dengan merokok akan membantu mereka untuk mengembalikan mood atau menghilangkan kepenatan pikiran. Saya teringat satu pesan dalam al-qur’an, ‘..hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram’ (QS. Ar-Ra’d (13):28). Jadi, jika merokok dianggap sebagai jalan untuk menghilangkan kepenatan, terbantahkan dengan ayat tersebut. Jalan keluar permasalahan dalam kehidupan sebenarnya hanya berjarak kening dengan sajadah atau dalam ajaran Islam dikenal dengan istilah sujud.

 

* Alkohol

‘Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya khamr (minuman keras), berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung’ (QS. Al-Maidah (5):90). Kata khamr pada ayat tersebut berarti sesuatu yang memabukkan, sedikit atau banyak, hukumnya adalah haram. Meski terdapat khilafiyyah (perbedaan pendapat) mengenai hukum khamr jika dilihat dari takaran atau kadar zat yang memabukkan, akan tetapi, lebih baik lagi jika kita menghindarinya. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati? Lalu, mengapa alkohol juga dilarang untuk diminum? Jawabannya adalah sebab alkohol adalah bagian dari khamr, memabukkan, sehingga diharamkan untuk diminum. Adakah dalil yang menyebutkannya? Ada. ‘Dari Abdullah bin Umar radiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda, ‘Setiap yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr adalah diharamkan’. (HR. Ahmad dan Abu Dawud). Dan pada ayat yang lain, QS. Al-Baqarah (2):219, ‘Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamr dan judi. Katakanlah, ‘Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya’. Dari beberapa dalil tersebut di atas, sekiranya cukup menjelaskan kepada kita untuk menjauhi alkohol, selain karena ia diharamkan menurut ajaaran Islam, adalah juga karena alkohol menyebabkan penikmatnya kehilangan kendali pikiran, sehingga mudah melakukan hal-hal yang bahkan ia sendiri tak menyadarinya. Misalnya saja yang biasanya terjadi adalah hilang konsentrasi saat mengemudi karena meneguk alkohol, sehingga terjadi tabrakan maut seperti yang akhir-akhir ini banyak terjadi.

 

* Narkoba

Syaikh Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu’ Al-Fatawa bertutur tentang narkoba, ‘Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan, diharamkan atas dasar kesepakatan ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal (kesadaran), haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan’. Dalam bahasa Arab, narkoba dikenal dengan istilah mufattir, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits yang disanadkan oleh Ummu Salamah radiyallahu anha. ‘Rasulullah shollallahu ‘alayhi wasallam melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)’ (HR. Abu Dawud dan Ahmad). Mengapa naarkoba dilarang? Narkoba merupakan obat-obatan yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. Zat adiktif yang terkandung dalam obat-obatan tersebut menyebabkan ketergantungan, sulit melepaskan diri darinya jika sudah mulai mencobanya. Oleh sebab itu, kalimat provokatif seperti Say No to Drugs! bukanlah sebatas peringatan, akan tetapi menjadi tindakan nyata tiap individu untuk menjauhi narkoba.

 

Nah! Setelah uraian tersebut di atas, semoga bisa menjadikan kita pemuda yang lebih berhati-hati terhadap apa yang akan dikonsumsi. Apapun yang akan kita konsumsi, sebaiknya memperhatikan kandungan gizi agar tercukupi nutrisi yang diperlukan tubuh. Sehat itu mahal! Begitu ungkapan yang sering saya dengar dari orang-orang yang sakit karena kurang memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Akan tetapi, menjaga kesehatan dengan cerdas dalam mengkonsumsi makanan dan minuman bukanlah perkara yang sulit. Yuk, kita mulai! Darimana memulainya? Dari diri kita sendiri dan saat ini.

Hajiah M. Muhammad

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s