Terima Kasih CINTA

Bismillah. Semoga ini menjadikanku termasuk orang-orang yang pandai bersyukur.

 

Satu yang hingga kini kuyakini… Hanya Allah yang lebih mengetahui, Ia yang Mahaberkehendak. Bagaimanapun cara kita melakukan yang diinginkan, akan tetap mengikut pada kehendakNya. Biarlah perjalanan hari ini menjadi catatan hati di lembar-lembar yang kumiliki. Akan ada masanya,di waktu terbaik dan semoga pada keimanan yang lebih baik. Salam cinta 🙂

 

Syukur alhamdulillah…, di tengah dingin hembusan malam ini, masih kurasai hangatnya dekapanMu Ya Allah… Dalam hangatnya ukhuwah yang Kau karuniakan pada kami. Dalam hangatnya senyum nan sahaja di wajah nan teduh, dari mereka yang senantiasa menyenandungkan asmaMu. Di wajah saudari-saudari yang kucinta hanya karenaMu. Akhwatfillah…, meski kita tak sedarah, tak pula sedaerah, namun sungguh Allah telah menautkan hati-hati kita. Menyatukannya dalam ketundukpatuhan pada ketentuan dan kehendakNya.

 

Ini bukan tentang apa dan siapa, tetapi bagaimana dan mengapa. Bagaimana kau bisa berada di tempat yang mungkin tak sekalipun hadir dalam mimpi? Bagaimana kau bisa ada di tempat yang mungkin kau tak tahu lahannya. Dan mengapa kau bisa dengan mudahnya melangkah, menuju tempat yang kau sendiri tak tahu wilayahnya. Ya…, karena ukhuwah adalah perjalanan cinta. Ibarat oase di tengah tandus gurun. Menjadi sinaran dalam gelap, karena di dalamnya menyimpan percik-percik sinaran yang telah Allah karuniakan untukmu. Sehingga kau mampu bersinar dan benderang, berkemilauan namun tak menyilaukan pandangan.

 

Ukhtifillah rahimallah…, adalah benar jika ukhuwah hanya dapat diikat oleh temali keimanan. Ia yang akarnya tertancap mengakar, menghunus ke lapisan terdalam perut bumi. Batangnya menjulang ke langit, mengangkasa. Cabangnya dihiasi daun nan rindang, yang siapapun akan nyaman bernaung di bawahnya. Dan buahnya lebat lagi manis, yang menjadi pelepas dahaga di tengah perjalanan cinta yang kita lalui. Sungguh untaian kata-kata ini takkan mampu mengungkap segala tentang perjalanan cinta kita. Dan biarlah sisanya seluas hamparan langit dan bumi cintaNya yang kan menyampaikan pada kita bahwa Allah telah menyatukan hati-hati mereka yang senantiasa merindu dan cinta akan kecintaan yang Ia cinta.

 

Teringat pada sepotong episode perjalanan cintaku meniti cintaMu duhai Allah…

Saat aku mengumpulkan setiap keping cinta dan rindu pada mujahidah shalihah yang telah Kau hadirkan dalam kehidupanku. Merangkai setiap harap agar Kau berkenan mempertemukan kami, mengizinkan mata kami bertemu pandang, mengizinkan tangan kami berjabat erat, dan mengizinkan raga kami saling mendekap. Sungguh Allah…, ini takkan indah jika Kau tak ajari kami memerankan skenario yang telah Kau tuliskan di mega sever lauhul mahfudzMu yang agung.

 

Saat aku membendung bulir-bulir cinta di ujung mata, saat suaraku tertahan di dinding hati, saat lisanku kelu, dan saat langkahku terpaku pada taman nan rindang. Merasai sejuknya belai lembut angin cintaMu siang itu. Mendung memang, tapi sangat sejuk. Seolah Kau temani aku dalam sepiku kala itu. Saat aku duduk sembari berbagi pada lembar-lembar buku saku. Aku yang tengah menanti perjumpaan dengan mujahidah yang kurindu. Meski ku tak tahu apakah ia pun merasa yang aku rasa. Biarlah…, jika memang Kau menghendaki, aku akan bertemu. Di tengah rindu yang telah lama tersimpan, yang hanya terurai lewat ucap dan doa di penghujung malam.

 

Sederhana saja pintaku padaMu Ya Allah… Aku hanya ingin meski sesaat, aku dapat merasakan teduh menatap sorot matanya, merasakan lembut ukiran senyum dari bibir yang senantiasa basah dengan dzikrullah. Dan aku ingin meski hanya sekejap, berjabat tangan erat, saling berdekapan dalam hangat ukhuwah. Duhai Allah…, aku yakin Kau lebih mengetahui kapan dan bagaimana kami bertemu. Tapi Ya Allah…bolehkah aku kembali memohon??? Izinkan kami bertemu meski hanya sekejap, merasai dalamnya rindu dan cinta yang telah Kau karuniakan pada kami. Duhai Allah…, aku meyakini bagaimanapun caraMu adalah suratan takdirMu, karena sungguh tak sedetikpun berlalu tanpa sepengetahuanMu.

 

Teriring salam cinta dan tulus doa dari para putri syurga di bumi cintaNya, mengharap Ia senantiasa memberkahi tiap simpulan ukhuwah yang telah, sedang dan akan kita jalin, merajutnya dalam indah perjuangan dakwah. Moga Allah pun berkenan mempertemukanku denganmu wahai mujahidah shalihah, dan semoga Ia kan selalu menautkan hati-hati kita hanya dalam pengharapan cinta kasihNya.

 

Moga Allah senantiasa kita hadirkan di tiap perjumpaan. Hingga kan terasa berkesan mendalam dalam kesyahduan di peraduan keheningan malam. Oh Allah…, sungguh aku rindu. Pada mereka yang senantiasa mengingatkanku betapa Engkau selalu hadir di tiap waktuku. terimakasihCINTA.

 

Dalam hening malam. Ruang kecil nan sederhana.

6 Desember 2011/10 Muharram 1433 H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s