tanpa judul

Bismillahirrahmaanirrahiim

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Yang telah berikanku segala kebaikan. Moga keberkahan senantiasa bersama aku, juga kalian kawan..

“Apa kabar de?Kabar teman2 gmn?”, suaranya begitu lembut terdengar, pelan. Tapi penuh makna, khususnya untukku. Rangkaian kalimat yang mungkin terkesan biasa, mungkin pula ada yang menganggap sepele. Tapi tidak denganku, mungkin juga untuk sebagian orang. Kalimat tanya itu memiliki arti lebih untukku. Dia memiliki ruh yang seakan berikan semangat baru untuk bergerak maju, ridha Allah yang dituju.

Bagiku, kalimat tanya itu kokoh, teguh. Mampu getarkan dinding-dinding hati yang mungkin mulai rapuh menapaki jalan berliku. Perjalanan panjang..DAKWAH.

Teringat, ketika awal aku bergabung dengan kelompok kecil pengajian pekanan di sekolah -baca:mentoring-. Riuh, ramai…tahukah kawan? Jumlah orang di kelompokku melebihi teman-teman di kelompok lain. Mencapai angka 20 orang. Subhanallah. Ketika itu aku bersama teman-teman kelompok pengajian dibina oleh seorang guru ekonomi di sekolah. Siti Mathoyah, namanya. Sosok luar biasa yang mengenalkan padaku indahnya ukhuwah islamiyah. Peluh keringat dan tetes air mata ketika berjuang bersama. Dalam dakwah. Rabb..sungguh takkan kulupa masa-masa indah bersama mereka.

Akan tetapi, sunnatullah tak dapat dihindari. Tahun berganti. Satu per satu teman-temanku pergi. Lingkaran pekanan itu semakin mengecil. Penghuninya tak lagi seramai hari-hari sebelumnya. Sedih, lirih, perih..namun beliau terus berikan semangat padaku dan beberapa teman yang masih ‘bertahan’ dalam lingkaran.

Allah mengujiku kembali, ketika itu aku semakin rapuh. Beliau tak lagi mengisi pekanan kami. Tapi kami masih dapat mendengar seruan semangatnya.

Dan berganti dengan sosok baru yang tak kalah luar biasanya. Kebersamaan dengannya terasa begitu sepi. Karena aku hanya berdua dengan seorang kawan. Namun tak mematahkan semangat kami untuk terus meniti jalan ini. Waktu berlalu. Detik dan menit silih berganti. Tak sampai satu semester, beliau tak lagi bersama kami. Di akhir-akhir pertemuan dengannya. Ketika itu aku mulai jenuh. Ada amarah yang seakan ingin ditumpahkan. Kenapa seberat ini? Seakan mendapat bisikan dari malaikat. Beliau sampaikan pesannya lewat secarik kertas. Adikku shalihah..mujahidah dakwah..Jangan pernah lelah dan bosan. Inilah dakwah, saat orang lain sibuk dengan urusan dunianya, turut sertalah ke golongan mereka yang sibuk akan urusan akhirat namun tak melupakan dunia yang disinggahinya. Bersikaplah tawazun (seimbang).

Segala puji hanya bagi Allah. Rangkaian kata-kata itu menyentuh relung hatiku yang sedang rapuh. Mengokohkan kembali pijakan kaki yang mulai goyah. Rabb..Kau kirimkan aku orang-orang hebat. Mendekatkanku padaMu. Hingga kini, tak henti Kau pertemukan aku dengan mereka yang senantiasa menguatkan pijakan kakiku di jalan panjang ini. Jaga mereka senantiasa dalam dekapMu, dalam cintaMu, dalam keridhaanMu. Berkahi dan ridhai jalinan kami. Amin Ya Rabb

*Dalam hening sepi kurindu*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s