Tak Semudah Dibayangkan

Malam ini terasa amat sunyi. Mungkin angin malam sedang enggan tuk sekedar menyapaku di keheningan malam. Lelah dan penat yang ada seakan berat tuk beranjak meninggalkanku. Kantuk dan pening di kepala seolah menjadi temanku melepas kejenuhan. Terdengar, melantun perlahan instrumental doa milik Haddad Alwi di speaker dekat monitor. Bisik-bisik nyamuk di dekat telinga pun tak mau kalah tuk bersuara.

Apakah yang sebenarnya ada dalam lamunanku??? Rasa-rasanya…..hari ini tak ada sesuatupun yang menyebalkan. Bahkan ku mendapatkan banyak hal yang baru ku temui. Memang di dunia ini terlalu banyak hal aneh….tapi nyata !!!!!!!!!!!!

Ku buka catatan kecilku…di sana tertulis pesan dari seorang kawan…
Allah…ku lebih suka sendiri…karena dengan kesendirianku, ku lebih banyak mengingat-Mu
Tapi saat diriku lemah, sakit dan tak berdaya…apakah ku kan tetap bisa dengan kesendirianku???
Apakah ku bisa tuk tetap mengingat-Mu???
Allah…ku membutuhkan semangat…semangat dari saudara-saudaraku, semangat dari para sahabatku, tapi ketika mereka tiada  di sampingku…lantas siapa yang menyemangati??? Siapa Ya Rabb???
Allah…ku pun tahu,,,aku mampu menyemangati diriku sendiri, tapi Rabb…apa daya diri ini tanpa bantuan dari-Mu. Sesungguhnya hanya Kau yang mampu menolongku, Engkau kekasih sejatiku, tetapkanku untuk selalu mencintai-Mu….Love You,,,Allah…

Rasanya beribu air mata yang menetes, takkan pernah cukup tuk sekedar melepas segala kelelahan hari ini. Aku tak ingin mengeluh, tapi bukankah manusia itu diciptakan dalam keadaan berkeluhkesah??? (Al-Ma’arij [70]:19). Entah berapa banyak waktu ku habiskan tuk menumpahkan pikirku saat ini. Terlalu banyak kata yang sulit tuk ku rangkai menjadi sesuatu yang mampu menyemangati diri sendiri. Merasa jenuh, seolah gugur dan jatuh, tubuh ini penat, tapi semangatku harus tetap terpahat. Karena Allah…Sang Tambatan Hati dan muara dari segenap amalan… Ingin menjadi air yang naik saat diterpa panas mentari, yang karenanya turun hujan yang didamba setiap insan, lalu bermunculan pelangi yang dirindui.

Perjuangan ini memang tidak mudah. Perlu cucuran air mata, peluh keringat, bahkan tergores luka dan berdarah…yang akan membantuku semakin mengerti, inilah jalan Allah, inilah kehidupan yang memang tak mudah. Kelelahan, peluh keringat, tetesan air mata bahkan darah yang tercurah ketika kita berjuang di jalan-Nya, takkan pernah cukup tuk membalas segala karunia-Nya. Maka sungguh, Allah menjanjikan kita kenikmatan surga yang tak tertandingi dengan segala kenikmatan di dunia. Terus berusaha tuk senantiasa bersabar, karena Allah tak pernah mengingkari janji-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s