Sehari yang Lalu

Sehari yang lalu, ada hal yang mungkin lucu. Jika tidak menurutmu, tak apalah hanya menurut pikirku.

Seperti biasanya, hadirku seolah mengejutkanmu. Menghadirkan satu atau dua kata setelah kau terkelu. Dan aku hanya mengembangkah senyum menyaksikan kemanjaanmu.

Oh adik, aku semakin mengerti mengapa aku menemuimu sehari yang lalu. Sekedar melepas penat dan pilu yang mengitari hati juga pikiranku. Aku pun semakin mengerti mengapa aku mendekapmu sehari yang lalu. Mempertemukan hatiku dan hatimu yang mungkin rindu.

Hal yang juga kuanggap lucu adalah ketika kau cubit manja pipiku. Sedang aku mencari tatap matamu, mempertemukan bola mataku dan matamu. Tanpa kata yang terucap, kita sepakat bahwa kita benar rindu.

Oh adikku, tahukah dirimu? Atau kau rasakan ada gemuruh dalam hatiku. Betapa ingin menumpahkannya padamu. Masih dalam rindu. Aku coba mengetuk pintu hatimu dan menyampaikan salam cintaku untukmu. Aku dapati kau mempersilakan aku masuk, lalu duduk menempati satu sisi di hatimu. Tak apalah jika ini hanya khayalku, tapi aku bahagia jika pun ini tak nyata atau mimpi belaka.

Aku ingat ketika kau tertunduk. Tahukah kau putri yang berhati baik? Aku rasa kau melarikan pandangmu, tak berani mengizinkan bola mata kita bertemu. Aku pahami itu adalah caramu ungkapkan rindu.

Dan lagi, jika ini hanya khayalku dan perjalanan imajinasiku, bersyukurlah jiwa telah diperkenankan Allah menemuimu sehari yang lalu. Adik shalihah, aku ingin sampaikan kalimat ini untukmu. Masihkah kau membacanya? Jika jawabnya adalah tidak, maka takkan kulanjutkan bercerita. Namun aku percaya, kau akan tetap membacanya hingga akhir aku menuliskannya disini. Baiklah…, aku hanya ingin sampaikan bahwa aku mencintaimu karenaNya.

Aku berlalu di balik bis warna putih sehari yang lalu. Ada rasa enggan melepas jabat, berat terasa melepaskan dekap. Tapi tunai sudah amanahku. Aku harus kembali pada medan lainnya. Terima kasih Allah, Kau perkenankan aku menyinggahi tempat ini tuk kesekian kali. Terima kasih saudariku, semoga Allah mengizinkan kita kembali bertemu. Jika tak di lain waktu pada bumiNya, semoga Ia berkenan mempertemukan kita di jannahNya.

Sehari yang lalu, aku menemuimu, melepas rindu.
Bumi Cinta, 10 Mei 2012/19 Jumadil Akhir 1433 H

Advertisements

3 thoughts on “Sehari yang Lalu

  1. aaaaaahh.. thisss!!

    sepertinya ini tulisan buatku,, tapi khawatirnya bukan, malah kegeeran deh aku. Uh!

    one thing that i can give to you is: thank you,, so so so much.. for every drop of ur love.. T_T

    maafkan jika tak mampu balas, tapi yakin Allah akan balas kasih sayangmu pd kami :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s