Pada Satu Masa

Peluh keringat, derai air mata atau bahkan simbahan darah takkan tersia jika Ia semata tujuan kita. Menjadi hiasan perjalanan panjang menapaki jalan ini, bahwa lelah dan letih kita hari ini, tak sebanding dengan perjuangan dan pengorbanan manusia mulia nan suci. Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah. Hingga kelak Allah hentikan langkah ini dengan kepulangan jiwa pada Pemiliknya.

Pada satu masa, bolehkah aku sampaikan sebuah rasa? Aku tau ini tak semestinya meliputiku, tapi sungguh, aku masih terkelu. Diam dalam pilu. Mengasingkan diri dari keramaian. Ada ketakutan yang menurutku tak beralasan. Ketakutan yang aku tahu hanya menambah kelemahan. Dan membuat tak mampu mengeja kata. Apatah lagi mngejawantahkannya dalam nyata. Diam. Menjadi satu pembenaran ataukah pembelaan terhadap kelam. Ataukah membiarkan gelap hanya temaram, bukan menjadi terang.

Aku masih ingin menjadi angin yang tiada jenuh menyapa dalam dingin. Tiada henti menghembuskan kesejukan. Aku hanya ingin seperti angin yang tak jemu menyapa dalam gersang. Tiada henti meniupkan tiap butir keteduhan. Tak terlihat dalam pandang, namun mampu berikan tenang. Tersembunyi, meski ada di segala penjuru bumi tuk senantiasa memberi. Oh Rabbi…, apa yang tengah kurasakan kini?

Apa yang sedang menyelimuti diri? Seakan asing menyergap dalam malam yang pekat. Membuat pikirku penat. Bolehkah aku hentikan langkah meski hanya sesaat? Apa yang tengah meliputi diri? Seolah gelap dalam malam yang mencekik. Membuat hatiku terhimpit, sempit. Mencari cahayaMu meski hanya setitik. Oh Allah…, betapa lemah jiwa ini.

Menghukum diri dalam perenungan setelah peperangan hati. Menyungkurkan diri dalam penghambaan setelah pengkhianatan hati. Memenjarakan diri dalam pengharapan setelah pengingkaran hati. Dosaku sesali. Bermohon Kau mengampuni dan mendekapku dalam sepi, sendiri.

Ada masa kita merasa jiwa berlapang, tiada mampu mengelak ketika tiba masa jiwa terhimpit. Hati yang menyempit. Dan tiadalah yang mampu membuat kita bangkit, selain Allah yang kasih sayangNya meliputi seluruh penghuni bumi dan langit.

Tepi Danau, 11 Mei 2012/20 Jumadil Akhir 1433 H.

Advertisements

2 thoughts on “Pada Satu Masa

  1. T_T.. astagfirulloh..

    Pada satu masa,, ada rasa tak tereja yang mampir di sanubari.. tapi semoga Allah selalu menjaganya agar bersiaga selalu ya ka.. jazaakillah..

    *hug and kiss*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s