Mencicipi Manis Iman

Jika pacar bisa selingkuh, moga sahabat bisa setia…
Jika ada mantan pacar, moga takkan pernah ada mantan sahabat…
Karena sahabat adalah senyuman yang merupakan garis melengkung yang dapat meluruskan banyak hal….

Seperti itulah pesan singkat di handphone-ku dari seorang kawan baik semasa di bangku sekolah. Sederhana, bahkan amat sederhana…namun menyimpan banyak hikmah yang tersirat di dalamnya.
Dan tahukah kau sahabat, ketika kita mencintai seseorang atau suatu benda sekalipun takkan pernah ada yang abadi. Ketika kita mencintai sesuatu itu dan menaruh harapan padanya, maka bersiaplah kita jika suatu saat nanti kan kecewa dan terluka. Tapi tenanglah wahai kawan, selama kita mencintai mereka hanya karena-Nya, niscaya kecewa itu takkan pernah berlebih dan luka pun takkan tersisa.

Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Anas ra. Tiga hal yang apabila terdapat dalam diri seseorang, niscaya ia akan merasakan manisnya iman. Yaitu, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya di atas kecintaan (yang lain), mencintai sesuatu hanya karena Allah dan (kecintaanya karena Allah) membuatnya benci pada kekafiran, sebagaimana ia benci dijerumuskan ke dalam api neraka.

1. cinta kepada Allah dan Rasul-Nya di atas kecintaan (yang lain), apapun…kepada siapapun dan dimanapun ketika kita mampu menempatkan kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya di atas kecintaan yang lain, yakinlah…pertolongan-Nya menjadi lebih dekat, kasih sayang dan kemurahan-Nya jauh lebih indah dirasakan daripada kecintaan yang lain. Ikhlas dalam setiap ketaatan dan penghambaan pada-Nya

2. mencintai sesuatu hanya karena Allah, amat indah saat kita mampu mencintai sesuatu hanya karena Allah, kita tak perlu repot-repot tuk berpura-pura baik karena menutupi kekurangan yang ada pada diri sendiri, tak perlu bingung mengatur strategi tuk berbaik hati membantu orang yang kita cintai, bisa dikatakan…cinta karena Allah adalah cinta yang mampu melihat, karena tak dibuat buta oleh cinta yang hanya menuruti hawa nafsu.

3. (kecintaanya karena Allah) membuatnya benci pada kekafiran, sebagaimana ia benci dijerumuskan ke dalam api neraka. Ketika seseorang telah berhasil mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas segala kecintaannya terhadap hal yang lain serta mampu mencintai apapun dan siapapun hanya karena-Nya, insya Allah ia pun akan membenci kepada kekafiran seperti bencinya ia jika dilemparkan ke dalam api neraka. Wallahu’alam.
tulisan ini tuk kita pelajari dan pahami bersama, betapa indahnya ketika kita mampu menerapkan ketiga hal tersebut di atas dalam kehidupan sehari-hari,
Selamat mencoba…merasakan manisnya iman……

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s