Dan Ketika…

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepadaNya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalanNya agar kamu beruntung (QS. Al-Maidah (5) : 35)

 

Teringat ketika dalam apel di salah satu dauroh. Dikutip ayat tersebut di atas, bergetar hati. Ada amukan jiwa yang tak dapat terelakkan sembari kurapikan tiap keping tulus niat yang mungkin masih berserakan. Dan rusaklah bendungan itu, melepas tetes-tetes syahdu di pelupuk mata. Maka dengan pasti kukatakan, tak ada satupun nikmatMu terdustakan. Hamba mohon ampun atas tiap kelalaian dan kealpaan mensyukuri nikmatMu Yaa Allah…

 

Amanah yang kita emban, mungkin takkan ada yang mau ketika menyadari kelemahan dan ketidakberdayaan diri. Ada kekhawatiran seperti langit, bumi dan gunung-gunung ketika Allah menawarkan amanah kepada mereka (QS. 33:72). Tapi biarlah Allah menuntun langkah-langkah kecil kita meniti, mencapai dan menggapai cintaNya. Hingga kita tiba pada puncak penghambaan yang utuh dan menyeluruh. Kerja-kerja dakwah kita hanya untukNya, tiada selainNya. Ya…, hanya untukNya. Sekali lagi, hanya untukNya.

 

Ikhwahfillah, ranah dakwah kita mungkin tak sama. Atmosfer pergerakan jama’ah kita tak pula sama. Allah telah sediakan tuk tiap jiwa-jiwa kita ladang amal tuk mendapatkan keberkahan dan keridhaanNya dari tiap ikhtiar dan doa yang kita lakukan, dan kita sempurnakan dengan indahnya tawakal. Tetaplah berjalan meski tertatih, meski langkah ini goyah. Jangan kalah pada kepayahan dan kerapuhanmu, yakinlah…Ia kan menguatkan di tiap lemahmu. Maka cukuplah Ia yang temani sepimu. Cukup Ia yang hibur dukamu. Cukup Ia yang kokohkan pijakmu. Cukup Ia yang lapangkan sempitmu. Cukup Ia yang tenangkan gelisahmu. Dan cukuplah Ia. Cukup Ia.. Hasbunallaah…

 

Amanah kita bukanlah tentang siapa jundi, siapa qiyadah. Tapi bagaimana kita berkontribusi nyata. Dakwah ini adalah wasilah (jalan) bagi jiwa-jiwa kita mempersembahkan penghambaan terbaik kepada Penggenggam jiwa. Ia mengajarkan kita bersabar dalam segala keterbatasan menunaikan titipanNya. Ia mengajarkan kita berlapang dalam segala kesempitan menunaikan ujianNya. Sungguh di balik tiap kesulitan ada kemudahan. Jika kita merasa ini terlalu sulit, yakinlah akan janjiNya (QS. 94:5-6). Jika ada tanya, Yaa Allah…mengapa ini terasa sangat berat??? Saudaraku, ingatlah… Ia sangat mengetahui tentangmu lebih dari dirimu sendiri, dan ujian ini takkan melebihi mampumu (QS. 2:286). Kenapa aku diuji??? Karena Allah ingin mengetahui siapa yang jujur dan siapa yang berdusta (QS. 29:2-3).

 

Lupakah engkau bahwa Ia selalu turut serta memilih di pundak siapa amanah ini harus diberikan?

Mereka tak tahu atau bahkan tak pernah tahu, tapi Ia Maha Mengetahui

Karena Ia yang tahu kau lemah, maka Ia akan memampukanmu. Yakinlah!

 

Maka tersenyumlah..

Sudahi keputusasaanmu..

Bangkit, melangkahlah meski perlahan

Kan kau dapati malaikat-malaikatnya di perjalanan yang kan menuntunmu.. menuju-Nya…

mencapai.. menggapai cinta-Nya

“Apakah kamu mengira kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar” (3:142)

Jika kita semua igin dimengerti, lalu siapa yang akan mengerti? Jika ini menjadikan kita semakin kuat dan semakin tegak, maka biarlah perih ini, lelah dan letih yang mungkin menyelimuti, menjadikan kita pribadi yang Ia cintai, menjadi pribadi yang Ia ridhai.

 

Bumi Cinta, 14 Maret 2012/21 Rabi’ul Akhir 1433 H

Advertisements

4 thoughts on “Dan Ketika…

  1. kak jiah, subhanallah tulisanya..
    syukron yah kak udah di tag di fb, pas bgt sma yang aku rasain..
    memang Allah, Sang Penggenggam Jiwa, tempat satu-satunya Sandaran kita..
    Ketika kita memang sudah mengazamkan diri untuk berada di jalan ini, jangan perna setengah-setengah melangkah..
    dan jadikan selalu husnudzon menguat tali persaudaraan diantara kita, dimanapun ranahnya..
    Syukron kk sholihah, smoga semangat yang membara saat mengandung ini, bisa diturunkan ke anak sulungnya nanti.. amin.. 🙂

    1. allahumma aamiin..dedeknya ditarbiyah dr dlm rahim..*elus2perut*
      😀
      semangat yah..kl ad yg mau dishare yuk silakan..in syaa allah smga Allah mampukan aku utk sekedar meringankan bebanmu 🙂

  2. Subhanallah dek sholihah.. Tetap saling mendo’akan agar kita istiqomah di jalan da’wah-Nya ya dek. Dimanapun kita berada, insyaallah disitulah da’wah ditegakkan sejauh jiwa dan raga mampu mengemban. Baarakallahu fiik 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s