Musuh Itu adalah Dirimu

Bismillah.

Dengan asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Maha Kuasa atas segala kehendakNya. Shalawat dan salam tercurah kepada qudwah hasanah, manusia mulia yang tak kenal lelah mencintai umat hingga akhir hayatnya, kepada keluarga dan para sahabat dan tak lupa kepada umatnya yang teguh menjalankan sunnahnya.

Tulisanku ini, dipersembahkan kepada mereka yang tak kenal henti untuk belajar, berbagi, dan menginspirasi. Kepada mereka yang tak kenal mundur ketika langkah telah dimantapkan. Kepada mereka yang waktunya aku sita untuk menyimak cerita dan kisahku yang membosankan. Kepada mereka yang mungkin bosan mendengarkan keluhanku. Kepada mereka yang tak surut ke belakang ketika layar telah terkembang, berlayar, membelah luasnya samudera kehidupan. Kepada mereka yang tak dapat kusebutkan namanya satu per satu, cukuplah Allah menjadi saksi betapa mereka tulus mendoakan dan menyemangatiku.

Aku pernah bertanya kepada seorang kawan, “Apakah ini kompetisi?”, singkat ia menjawabnya, “Ya!”. Aku mengelaknya, karena aku tak suka kompetisi. Ia memaksaku untuk memahami perkataannya, “Anggap saja sedang berkompetisi dengan dirimu sendiri!”. Kalimatnya menampar! Sangat keras. Aku pernah dan bahkan seringkali mendengar orang-orang bijak mengajarkan bahwa musuh terbesar adalah diri sendiri. Ya, bukan siapapun, tapi diri sendiri.

Semenjak itu, tiap kali aku merasa payah, mencoba tuk sekedar ingat perkataan kawanku itu, dan atas izin Allah…, aku mampu mengalahkan diriku sendiri. Tak terkecuali dalam cerita kali ini. Indonesia Leadership Camp (ILC) 2012, adalah event yang diselenggarakan dalam rangkaian pelatihan kepemimpinan dari Universitas Indonesia, Indonesia Leadership Development Program (ILDP) UI 2012. ILC 2012, merupakan program yang berskala nasional yang ditujukan untuk mengoptimalkan dan mengakselerasi potensi bibit-bibit unggul muda Indonesia yang memiliki beragam latar belakang, peminatan, dan keahlian. Program ini diharapkan dapat menjadi tools bagi para pemimpin muda Indonesia yang memiliki kemampuan dan wawasan yang luas dan komprehensif untuk menjawab berbagai tantangan nasional maupun global. InsyaaLlah.

Awalnya, keraguan terus membayangi diri, minder dan merasa tak mampu, bahkan untuk sekedar mendaftarkan diri pun rasanya begitu berat. Dan dorongan dari kawan-kawan dekat ‘memaksa’ untuk berani mendaftarkan diri. Memasuki web address pendaftaran calon peserta dikejutkan dengan setumpuk form yang harus diisi. Terhenti beberapa saat di laman tersebut, dan memutuskan untuk membatalkan pendaftaran. Beberapa hari setelahnya, setelah berdiskusi dengan kawan yang lain, barulah saya berani mendaftarkan diri dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang ada, sambil mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Agak lupa kapan tepatnya, form registrasi sukses diisi meski banyak kekosongan dan berpikir keras prestasi dan pengalaman apa saja yang telah saya punya (?)

Persyaratan selanjutnya yang membuat saya ragu adalah essay dan proposal social project. Oke! Have to make a special deadline for this agenda. Saya buattimeline sederhana untuk memacu diri menyelesaikan essay dan proposal socpro. Alhamdulillah, sedikit membantu meskipun seringkali molor dari yang ditargetkan. Judul essay yang saya buat adalah “Eksistensi Pemuda Di Era Reformasi”, mengutip dari arkanul bai’at (Hasan Al-Banna) dan diinterpretasikan pada dinamika kehidupan pemuda Indonesi di tengah era reformasi. InsyaaLlah akan saya posting di judul lain. Setelah essay rampung ditulis, saya meminta bantuan beberapa kawan untuk mengoreksi dan memberikan kritik dari tulisan tersebut, dan dari itu saya harus berulang kali merevisi tulisan. Mengapa terkesan begitu rumit? Tidak. Sangat sederhana, saya hanya ingin apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi orang lain. Bagaimana pun, saya masih tahap belajar dan pasti butuh guru. Itu sebab saya membuka diri menerima kritik dan saran dari kawan-kawan lainnya.

Alhamdulillah, essay selesai dalam waktu kurang lebih sepekan (lama banget yah? -____-), tapi ada kesyukuran tak terhingga ketika tulisan tersebut selesai ditulis meskipun saya akui masih terdapat banyak kekurangan. Setelah essay dirampungkan, rencana selanjutnya adalah mulai menyusun proposal. Tapi dikarenakan satu dan lain hal, sepekan kemudian baru memulainya *fiuuuhhh… Ada ketentuan yang harus diikuti dalam penyusunan proposal tersebut, karena memang itu adalah interpretasi gagasan-gagasan yang bukan sekedar tumpukan kertas, melainkan ada tanggung jawab dalam pelaksanaan social project atau social enterpreneur project.

Dan, proposal yang dijadwalkan selesai di akhir Agustus lalu, mundur jauuuuuuuhhhh… karena baru sekitar pertengahan September selesai disusun. Oke! Essay? Done! Proposal? Done! InsyaaLlah berkas-berkas yang lain pun siap dikirim ke panitia. Bismillah…, kata pertama yang terucap sebelum melampirkan berkas-berkas di laman email. Selepas berkas terkirim, saya konfirmasi ke panitia melalui sms bahwa berkas saya sudah dikirim (tertanggal 20 September 2012), H-10 sebelum deadline. eheheh 😀

Setelah berkas dikirim, ada perasaan yang tak dapat saya tuliskan di sini. Tak henti syukur dipanjatkan pada Allah yang telah memampukan jemari lemah ini untuk merampungkan tulisan yang cukup menguras waktu, tenaga, pikiran, dan tentunya uang.eheheh 😛 Tak banyak harap ketika itu, yakin saya adalah ketika kita telah memaksimalkan ikhtiar, mengoptimalkan doa, maka tawakal menjadi penyempurnanya. Apapun hasil pengumuman nanti saya siap, lulus atau tidak bukan alasan untuk berhenti berkontribusi, itu janji yang saya ucapkan pada diri sendiri.

Hari ini, 9 Oktober 2012, pengumuman itu disampaikan. Syukur tak terhingga mendapati nama saya dinyatakan lulus! Alhamdulillah, Allahu akbar! Sungguh, ini sangat berarti bagi seorang Hajiah. Hamba Allah yang tertawan dosanya, pembelajar yang tertahan kejahilannya, berharap ada manfaat dalam faqir dan dha’ifnya. *ambil dari Ust. Salim A. Fillah :)*

Hajiah M. Muhammad

Selasa, 9 Oktober 2012 // 22 Dzulqo’dah 1433 H

Penuh kesyukuran

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s