Serial Cinta

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam keridhaanNya. Cinta itu fitrah semua makhluk. Dikaruniakan pada jiwa-jiwa yang dicintaiNya. Dikarenakan ia suci dan berasal dari Dzat yang Maha Suci, sepatutnyalah kita menjaga agar ia tetap pada fitrahnya. Wajar jika ada perasaan cinta, sayang, rindu atau kagum pada lawan jenis. Bersyukurlah, karena masih diberikan karunia itu. Tapi seringkali kita terlena, hingga lupa dan tanpa sadar mengotori fitrah yang telah Allah berikan.

Ya Allah…, Wahai Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang… Dzat yang Maha Mengetahui apa yang tampak dan tersembunyi. Aku yakin Ya Rabb.., Kau telah tuliskan garis kehidupan untukku, tuk tiap episode perjalananku menujuMu. Aku pun yakin, Kau telah tuliskan satu nama untukku, tuk temani perjalanan hidupku…, meniti cintaMu. Jadikan Ya Allah…, hatiku hanya mengharap keterangan dariMu. Tiada sedikitpun hawa nafsu menelisik, menyusup, dan merusak keterangan atas ingatan pada ketetapanMu.

Ukhtifillah rahimallah…, tentang cinta, sayang, rindu, kagum atau apapun nama rasa pada lawan jenis, jadikan sebagai muhasabah diri tuk senantiasa memperbaiki diri. Mendekatkan diri pada Rabb semesta alam. Bermohonlah padaNya agar Ia senantiasa mendekapmu dalam hangat cintaNya.

Terus mendekat pada Dzat yang Maha Menjaga. Ia kan mengiringi jiwa-jiwa yang tunduk patuh pada ketentuanNya. Tak mudah memang tuk menundukkan hati setelah dihadapkan pada kondisi seperti ini, terlebih ada dalam lingkungan yang sama. Kadang kala, bahkan seringkali dengan halusnya syaithan laknatullah membisikkan hal-hal yang semakin melemahkan hati kita. ‘Santai saja..kalian hanya berkoordinasi tentang amanah dakwah’, bisik mereka. Maka bermohonlah wahai jiwa agar Ia senantiasa menguatkanmu. Agar Ia senantiasa melindungimu dalam kecintaan yang Ia cinta, pada jiwa yang halal tuk kau cinta.

Meniti jarak hati dengannya, bukan jarak jasadiyah. Jika ia lelaki yang shalih, ia pun akan menjaga hatinya. Jika ia mengetahui perasaanmu padanya, ia kan menundukkan hatinya, karena ia takut akan murka Allah padanyA ketika ia tak mampu menjaga hatinya. Dan jika ia lelaki shalih, ia takkan mengumbar perasaannya terhadap siapapun, kepada siapapun. Mari kita tengok lembaran sejarah. Tercatat bagaimana Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra binti Muhammad menjaga hati mereka. Hingga tiba masa mereka melangkah pada penyempurnaan setengah agama. Dan sejarah pun mencatat ke-SAMARA-an keluarga mereka.

Biarkan cinta berekspresi menjadi keshalihan, perbaikan diri hari demi hari. Karena janji Illahi telah terukir di pelataran wahyu. Keshalihan akan menjumpai keshalihan (QS. An-Nuur (24):26).

Selamat bermujahadah 🙂

Bumi Cinta, 2 Syawal 1432 H/1 September 2011

*serial cinta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s