Bro.. Sist.. Beware of SEPILIS!!!

Bismillah.

Tahukah kalian kawan? Tentang penyakit yang saat ini banyak diderita masyarakat, akan tetapi banyak yang tak sadarkan diri bahwa mereka terjangkit penyakit yang sangat membahayakan ini. Apa sih? SEPILIS! Adalah penyakit yang disebar virusnya oleh mereka yang menamakan dirinya dalam kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL). Pada kesempatan ini, saya akan coba share sedikit tentang Sepilis, penyakit yang disebarkan oleh JIL yang orang-orang bilang seperti iblis!

JIL itu siapa sih? Kenapa mereka dikatakan sebagai penyebar virus penyakit yang membahayakan? Sepilis. Mari kita diskusikan. JIL itu sejenis jentik nyamuk yang berkembang biak dengan pesat di Indonesia. Lah? Ini bercanda atau serius? JIL itu absurd! Saya susah untuk mendefinisikan siapa itu JIL. Tapi, sederhananya, JIL adalah golongan orang-orang yang mengidap penyakit Sepilis dan mereka terus berupaya untuk menyebarluaskan virus Sepilis. Logikanya, kalau orang sakit, pasti mau sembuh kan? Itulah keanehan orang-orang JIL, sakit malah sebar-sebar virus!

Sepilis adalah penyakit yang tersebar sangat pesat, butir-butir dari perang pemikiran yang dilesatkan oleh Yahudi la’natullah dan para sekutunya. Sepilis, adalah gabungan dari tiga penyakit masyarakat yang tak disadari keberadaannya. Sepilis, sekularisme, pluralisme, dan liberalisme. Ada yang sudah tahu tentaang tiga hal tersebut? Buat yang sudah tahu dan paham, silakan dibagikan pengetahuannyaa kepada yang lain. Buat yang belum tahu, semoga saya mampu menjelaskannya dan memberikan sedikit pengetahuan agar tak sampai kena virus Sepilis.

Sekulerisme, adalah paham yang memisahkan urusan agama dengan aspek-aspek dalam kehidupan, baik bernegara atau lainnya. Islam adalah agama yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Islam adalah agama yang sangat memperhatikan segala hal, bahkan hal kecil seperti adab tidur pun diatur dalam Islam. Apatah lagi urusan berbangsa dan bernegara, tentu agama semestinya menjadi acuan agar terlaksana keharmonisan hubungan antar warganya. Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia, tak terkecuali dalam berbangsa dan bernegara. Orang-orang JIL sangat mencintai negaranya, akan tetapi memisahkan peranan Al-Qur’an dan sunnah sebagai pedoman yang mengatur negaranya. Politik, ekonomi, hukum, sains atau lainnya, tak dapat dipisahkan dari dua pedoman hidup manusia, yaitu Al-Qur’an dan sunnah. JIL dan bebek-bebeknya lebih geram ketika batik diklaim oleh Malaysia, tapi mereka diam ketika Nabi Muhammad dihina. Dan dengan pernyataan, ‘Nabi gak perlu dibela, takkan mengurangi kemuliaannya’. Ya, Rasulullah takkan berkurang sedikit pun kemuliaannya meski seluruh orang di dunia ini menghinanya. Tapi coba tanyakan pada hati-hati kita, tegakah kita menyaksikan orang-orang terkutuk itu menghina kekasih Allah? Manusia paling sempurna yang ketika menutup usia yang diingat adalah umatnya, ‘Ummati…, ummati…, ummatii..’ (umatku..umatku…, umatku…). Begitu besar cinta Rasulullah kepada umatnya, tidakkah bergeming hati saat manusia junjungan dihina oleh mereka yang mengatasnamakan kreativitas! Dimana IMANMU??! Ini hanyalah satu dari contoh kesekuleran JIL.

Pluralisme, adalah paham yang meyakini bahwa semua agama adalah sama. Sama-sama mengajarkan kebaikan, sama-sama menyembah Tuhan, sama-sama mengajak penganutnya untuk berbuat kebaikan sesuai perintah Tuhan. Saudaraku, silakan dibuka surat Ali Imron (3), ayat 19, di sana jelas disebutkan, ‘Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah ISLAM’, terbantahkanlah pemahaman pluralisme ini. Di ayat lain, Allah menyebutkan tentang keberagaman manusia, ‘..Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal’ (QS. Al-Hujurat (49):13). Akan tetapi, keberagaman yang disebutkan bukanlah menyangkut urusan aqidah atau keyakinan yang dianut. Islam adalah agama paling komprehensif, logis, dan sangat detail mengatur kehidupan penganutnya, tak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat kelak. Kristen, Hindu, Budha, dan lainnya memang mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Saya tak mengatakan ajaran agama-agama tersebut salah, saya hanya menuturkan bahwa di sisi Allah agama ialah Islam. Mari berpikir! Jangan biarkan akal kita dikuasai dogma dan paradigma yang didoktrinkan oleh orang-orang JIL. Contohnya? Orang-orang JIL adalah mereka yang berkawan karib dengan non-muslim karena menurut mereka, semua agama sama! Bodoh! Mengapa saya berani mengatakan kata-kata tersebut? Dalam Al-Qur’an, JIL tergolong orang-orang fasik. Siapakah mereka yang fasik? Fasik adalah mereka yang telah mengetahui kebenaran akan tetapi mengingkari kebenaran tersebut, mengabaikan kebenaran yang telah mereka ketahui. Padahal, telah jelas Allah berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu sebagai teman kepercayaanmmu, karena mereka tidak henti-hentinya mereka menyusahkanmu…’ (QS. Ali Imron (3):118). Di antara kalian mungkin ada yang mengelak ayat ini, mungkin! Ada yang beranggapan bahwa teman non-muslim itu lebih ramah, lebih loyal, lebih bersahabat, dan lainnya. Akan tetapi, mari kita kaji lebih jauh lagi, di ayat yang lain Allah menyampaikan, ‘Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kami tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya’ (QS. Ali Imron (3):120) (Silakan juga baca ayat 19, surat Ali Imron). Saudaraku yang dirahmati Allah, bijaklah memilih kawan, terlebih kawan dekat. Saya berkawan dengan mereka yang menganut kepercayaan lain, akan tetapi kawan dekat saya adalah mereka yang muslim. Kawan yang tak hanya berkawan di dunia, tetapi juga mereka yang mengingatkan bahwa ada kehidupan di akhirat kelak yang berkekalan.

Liberalisme, adalah paham kebebasan. Seringkali, JIL dan bebek-bebeknya mengatasnamakan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk mengelabuhi masyarakat atas paham liberalisme. Islam liberal? Adakah ketimpangan yang kalian rasakan? Islam diartikan tunduk, patuh,, berserah diri, sedangkan liberal adalah kebebasan. Katanya, bebas itu nyata! Ugh! Ini adalah konspirasi yang digencarkan para JILer dan kronco-kronconya untuk menipu dan membodohi masyarakat! Sadarkah?! Islam hadir di tengah kejahiliyahan kaum Quraisy di Makkah. Di masa ketika wanita tak ada nilainya, Islam hadir mengangkat derajat kaum hawa. Masih ingatkah dengan isu kesetaraan gender yang ramai diperbincangkan, bahkan sampai memunculkan beragam aksi penolakan atas RUU (Rencana Undang-undang) kesetaraan gender. Berdalih bahwa kesetaraan gender adalah untuk mengangkat derajat kaum wanita. Islam sudah mengangkat derajat wanita dengan tetap menjaga fitrahnya sebagai makhluk yang lembut, santun, namun tak kalah berperan dari kaum adam. Baru-baru ini, dunia dihebohkan dengan kehadiran walikota termuda, Bashaer Othman, gadis belia dari Palestina. Ia membuktikan betapa Islam tak perlu menjadi liberal untuk kesetaraan gender seperti yang seringkali digaungkan JIL dan bebek-bebeknya.

Saudaraku, Islam adalah agama rahmatan lil ‘aalamiin (kasih sayang bagi seluruh alam), kehadiran JIL sangat meresahkan. Mengapa demikian? Mereka sejatinya adalah segolongan manusia munafik yang berusaha menghancurkan Islam secara perlahan. Perang kita bukanlah dengan mengangkat senjata, akan tetapi pemikiran kitalah yang tengah dijajah! Mari berpikir dan melihat dengan iman. Terus berusaha untuk menyempurnakan keislaman kita! Belajar dan terus belajar memahami ilmuNya dan amalkan tiap kebaikan yang telah dipahami. Yakinlah bahwa Allah membersamai mereka yang sungguh-sungguh berserah diri padaNya.

Hajiah M. Muhammad.
Kamis, 20 September 2012/4 Dzulqo’dah 1433 H.
Join our movement! #IndonesiaTanpaJIL (@TanpaJIL)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s