Terima Kasih Pada-Mu

Bismillah.

Aku tak sedang bergurau kawan! Sungguh, aku sedang bersungguh-sungguh dalam kesungguhan. Keyakinan terhadap apa yang telah kita yakini, seringkali berjalan tak seindah yang diharapkan, atau bahkan jauh dari yang diinginkan. Tahukah kalian? Mengapa hal itu terjadi? Hanya satu jawaban yang kupunya, karena Allah yang paling mengetahui apa yang layak kita dapatkan. Ya, begitulah hukum alam mengajarkanku, bahwa apa yang Allah berikan mungkin tak sesuai dengan keingingan, tak sejalan dengan yang diharapkan. Tapi yakinlah bahwa Ia sebaik-baik Pemberi, takkan salah meski hanya segores pena.

Ia adalah sebaik-baik Pengatur cerita. Ia adalah sebaik-baik Penyelamat manusia. Ia adalah sebaik-baik Penepat janji. Dan Ia mengajarkan kita hambaNya untuk senantiasa tetap dalam keyakinan meyakini keyakinan kita terhadapNya. Pun, Ia mengajarkan kita hambaNya untuk senantiasa bersabar dalam kesabaran menyabarkan kesabaran terhadap ketentuan dan ketetapanNya atas tiap-tiap diri kita. Yakinlah! Yakini tak sekedar lewat ucapan, namun yakini pula dalam hati bahwa Allah takkan pernah membuat kau kecewa karena berharap kepadaNya. Teruslah berharap, yakin saja bahwa Ia takkan pernah menyalahi janjiNya. Teruslah beramal, bekerja, yakini saja bahwa Ia takkan pernah mengabaaikan amalanmu, sekecil apapun itu, akan Ia perhitungkan. Yakinlah bahwa Ia takkan merugikanmu. Ia-lah Sang Investor yang tak pernah merugikan hambaNya, Ia-lah Sang Investor yang selalu memberikanmu semangat untuk terus tumbuh dan berkembang, menjadi pribadi yang tak sekedar dikenal sebagai manusia, tetapi menjadi pribadi yang Ia cinta sebagai hambaNya yang berserah, padaNya semata.

Aku semakin meyakini, bahwa musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Bukan siapapun! Pun orang yang mungkin memusuhi kita, sungguh bukan. Mari kita tengok ke dalam hati-hati kita. Adakah ia melawan ataukah tertunduk dalam taat pada Allahur Rahmaan? Kesyukuran mengajarkanku arti kematangan dan kedewasaan, bahwa apa-apa yang tak kumiliki sekarang sedangkan orang lain memilikinya, bukan berarti aku tak layak mendapatkannya. Hanya saja, Allah menguji sejauh mana kesungguhanku untuk menggapainya, meraih cita yang kuimpikan.

Atas tiap diri kita telah Allah berikan kelebihan dan kekurangan. Tak ada manusia bodoh di dunia ini, yang ada hanya mereka yang enggan untuk mencari, belajar dan berpikir. Maka kali ini, ingin kupaksakan diri untuk terus mencari, belajar dan berpikir. Meyakini bahwa aku pun layak mendapatkan apa yang didapatkan orang lain. Tugasku bukanlah untuk berhasil, tugasku hanya memaksimalkan usaha dan mengoptimalkan doa agar Allah berkenan mejadikanku hamba yang layak untuk berhasil. Apa pengertian berhasil yang kuharapkan? Sederhana saja, aku hanya ingin menjadi hamba yang bermanfaat, memberikan apa-apa yang telah Allah titipkan padaku untuk kubagi pada orang lain. Ya, sederhana saja.

Hajiah M. Muhammad
Rabu, 13 September 2012/26 Syawal 1433 H
So simple…, just be grateful to YOU

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s