Di Sini, Di Jalan Ini

Bismillaah.

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim)?” (QS. Fushshilat (41):33.

Saudaraku, bagaimana kabarmu hari ini? Semoga masih tetap tegar meski ujian hidup memaksamu untuk terus bersabar. Saudaraku, bagaimana kabar hatimu hari ini? Semoga masih tetap tenang dan teduh meski ujian hidup memaksamu terus berjuang menjadi muslim yang utuh, menyeluruh. Saudaraku, bagaimana kabar imanmu hari ini? Semoga masih tetap lurus dan teguh meski ujian hidup memaksamu untuk terus mengupayakan penghambaan padaNya agar tak kalah pada godaan syetan yang membuatmu luluh. Saudaraku, sapaku sederhana, seperti embun yang menyapa pagi di ujung daun. Sejuk.

Sepenggal sapa kepada kalian wahai pejuang Allah, pejuang Islam yang menyerahkan harta dan jiwanya bagi agama Islam yang mulia. Saudaraku, mari kita duduk berdampingan. Sejenak saja meluangkan waktu dalam kebersamaan. Mengulang cerita sejak awal kita tak saling sapa, beranjak pada masa kita disatukan dalam barisan jama’ah dakwah. Ya, inilah yang akan kubagikan denganmu kawan. Menapak tilas perjalanan kita hingga kini, di sini, di jalan ini. Di jalan ini, di jalan yang orang bilang adalah jalan para nabi.

Saudaraku, mari sejenak saja kita kembali mengingatnya. Mengingat ketika awal kita melangkahkan kaki di jalan ini. Mengingat ketika awal kita membuat keputusan hebat untuk mendedikasikan diri di jalan ini. Mengingat ketika awal kita memberikan segenap waktu, tenaga, pikiran dan segala yang telah Allah titipkan untuk bergabung dalam barisan di jalan ini. Mengingat apa yang menjadikan kita ada di sini. Mengingat alasan apa yang mendorong langkah kita di jalan ini? Adakah kejernihan dan kerelaan mengabdikan diri ataukah ada alasan lain yang ingin kau bagi? Adakah ketulusan dan keridhaan hati berjuang mengamalkan perintah Allah ataukah hanya karena keterpaksaan menjalankan sebuah amanah?

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut (sesembahan selain Allah) dan beriman kepada Allah, Maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS. Al-Baqarah (2):256. Aku meyakini, bahwa tak ada paksaan untuk memasuki agama Islam, tapi sungguh, ketika kita telah meyakini Islam sebagai agama, bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusanNya, maka menjadi tugas kita sebagai hambaNya untuk terus menyempurnakan keIslaman kita, mengamalkan perintahNya untuk memasuki Islam secara menyeluruh (QS. Al-Baqarah (2):208. Saudaraku, terkadang, untuk melakukan kebaikan terkadang memang diperlukan keterpaksaan. Seperti di jalan ini, keikutsertaan kita di dalamnya mungkin bermula dari keterpaksaan. Keterpaksaan dari kakak senior di sekolah atau kampus, keterpaksaan dari murobbi, atau bahkan keterpaksaan dari kawan-kawan kita. Bahkan tak sedikit aku mendapati cerita bahwa mereka yang kini mampu bertahan, pada mulanya memang merasa dipaksa, merasa dijerumuskan, pada kebaikan yang telah Allah tunjukan dengan beragam caraNya.

Aku tak lebih baik dari kalian, pada kesempatan ini ingin sedikit mengingati diri dan semoga dapat menjadi cambuk hati sehingga meyakinkan pada diri bahwa aku di sini, di jalan ini karena mengikut pada titah Illahi, bukan karena paksaan murobbi apatah lagi hanya untuk mengisi kekosongan waktu kala aku merasa sepi dan sunyi. Bahwa aku di sini, di jalan ini, bukanlah karena bosan pada rutinitas keseharian sehingga mencari cara untuk menghibur diri. Sungguh, keyakinan ini kuharapkan tetap terjaga, bahwa aku di sini, di jalan ini adalah untukNya, bersamaNya, menujuNya.

“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf (12):108.

Hajiah M. Muhammad

Ahad, 26 Agustus 2012/7 Syawal 1433 H

Menanyakan kembali pada hati ini.

Advertisements

One thought on “Di Sini, Di Jalan Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s