Sedang Apa Mereka?

Bismillaah.

Aku tak ingin larut dalam tangis lebih lama. Selepas ditinggalkannya, kuakui memang tak mudah melepas kepergiannya, namun Syawal telah hadir menyapa. Ramadhan berlalu dari pandang mata, semoga jejaknya kita bawa hingga nanti dipertemukan kembali dengannya, semoga.

Saudaraku, hidangan apa yang tersedia di rumah kalian? Ketupat lengkap dengan sayurnya atau opor ayam dan balado ati ampela? Oh ya, mungkin juga nastar dan kue kering tersusun rapi di toples sederhana yang diatur di atas meja. Ah, mungkin lebih banyak lagi variasi hidangan lebaran yang sengaja disiapkan untuk menjamu tamu. Atau justru ada di antara kita yang sama sekali tak mencicipi gurih kuah opor ayam? Jangankan opor ayam, sayur bayam pun tak ada.

Saudaraku, sudahkah kita bersyukur hari ini? Pada hari ini, hari dimana orang-orang melarutkan diri dalam suka cita bersama sanak-saudara. Hari dimana orang-orang mencicipi potongan kue kering atau ketupat. Hari dimana orang-orang gegap gempita pulang ke kampung halaman meski berdesakkan mengantri tiket kendaraan. Sejenak mari kita renungkan, apa yang telah kita lakukan sebagai bukti kesyukuran.

Saudaraku, jika hari ini tak ada ketupat atau kue kering yang tersedia di rumah kita, bersyukurlah, karena kita masih bisa mencicipinya ketika berkunjung ke sanak-saudara. Jika hari ini tak ada ketupat atau kue kering yang tersedia di rumah kita, bersyukurlah, karena kita masih bisa merasakannya tahun lalu. Jika hari ini tak ada anggota keluarga kita, bersyukurlah, mereka tiada dengan kehendakNya. Jauh di belahan bumi cintaNya, saudara-saudara kita di Palestina, Somalia, Rohingya, Suriah, dan lainnya, harus bertahan menahan kelaparan. Jika terlalu melihat jauh kesana, marilah kita tengok keadaan saudara kita di negeri tercinta, Indonesia.

Di antara suara takbir yang masih sayup di pengeras suara masjid, ternyata masih ada saudara-saudara kita yang di hari yang orang bilang adalah hari kemenangan, mereka terkapar di tepian toko, di pinggir jalan. Di antara sisa-sisa makanan yang mungkin tak sengaja kita tinggalkan, ternyata masih saudara-saudara kita yang hari ini merintih kesakitan, menahan rasa lapar. Di antara keluh kesah kita tak mendapatkan baju baju di hari lebaran, ternyata masih ada saudara-saudara kita kedinginan, karena hanya memiliki baju yang melekat di badan. Di antara suara ledakan petasan, masih ada saudara-saudara kita bersiap ditembak senapan atau dihunuskan pedang.

Saudaraku, sudahkah kita bersyukur hari ini? Mari tanyakan pada masing-masing hati, semoga ia masih lembut agar ringan tuk memberi tanpa menyakiti hati orang-orang yang kita kasihi. Selamat bermuhasabah di awal Syawal. Selamat bermujahadah menempuh perjalanan panjang, memantaskan diri menjadi sebaik-baik umat yang menghamba pada Penciptanya.

Hajiah M. Muhammad.
Ahad, 19 Agustus 2012/1 Syawal 1433 H
Sedang apa mereka?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s