Sotoy To Be Expert

Bismillaah.

 

Kudapatkan rangkaian kata-kata itu dari seorang kawan. Bermula dari ke-soktau-an yang akhirnya menjadikanku dapat menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya aku pun belum pernah melakukannya.

 

Berangkat dari ketidakmengertianku pada beberapa kawan, mengapa perempuan lebih senang meminta bantuan kaum lelaki? Kenapa gak lebih dulu meminta bantuan kepada teman perempuannya? Apakah karena menganggap yang bisa melakukan atau membantu urusannya itu hanya lelaki?

 

Aku sadari dan pahami sepenuhnya bahwa kemampuan yang Allah berikan atas laki-laki dan perempuan itu tak sama, tapi bukan berarti kita tak bisa mempelajarinya. Dan dari hal itulah aku meyakinkan diriku bahwa aku mampu. Bukankah Allah mengikut pada prasangka hambaNya? 

 

Balik ke judul. 

Malam itu, ba’da tunaikan shalat maghrib di masjid dekat kampus. Kulangkahkan kaki menyusuri gelap yang semakin lekat. Melaju bersama pacu kendaraan umum menuju terminal Lebak Bulus. Hendak kemanakah aku? Yah, tak pentinglah kemana aku. Karena bukan itu yang ingin kutuliskan disini.

 

Sesampainya pada tempat yang dituju. Kuketuk pintu kamar kecil itu, pada salah satu bangunan yang orang bilang adalah kos-kosan, eheheh :D. Buka sandal, meletakkan ransel dan langsung membongkar isi tas. Mengeluarkan sekotak alat bongkar yang kusebut obeng. Isi ranselku mungkin tak seperti kebanyakan mahasiswa, terlebih mahasiswi. Terkadang, aku pun tertawa geli melihat tumpukan isi tas yang selalu memenuhi ruang-ruang di dalamnya. Bukan buku-buku perkuliahan, apalagi buku bacaan. Tapi itulah isinya. Obeng-obeng yang kugunakan untuk membongkar (yang kadang bingung lagi masang bautnya :P), hardisk eksternal lengkap dengan cable connectornya dan tentu saja kabel data. Kadang juga meminjam DVD External milik kawanku untuk menjalankan DVD atau CD pada netbook yang tak ada DVD Room-nya.

 

Dan kubongkarlah printer yang malang itu. Mataku menatapnya dalam. Mencari dimana dapat kutemui baut yang akan mengizinkanku mengutak-atik ia. Malam semakin mendekati penghujungnya. Terbongkar sudah printer yang lama tak digunakan itu. Tintanya mungkin kering, pikirku singkat. Dan dengan yakin, aku lepaskan penutup tabung infus tinta itu satu per satu. Daaaaaaaaannnnnn…, mengalir deras dari selang-selang kecil itu. Mewarnai lantai yang putih bersih, kena tumpahan tinta. Kawan, maafkan aku. Aku harus mengotori lantai bersihmu 😦

 

Lama mengutak-atik selang dan catridge tempat tinta itu disalurkan. Tangan sudah berubah warnanya. Baju bekas pun tercemar dengan campuran warna-warni tinta. Sesekali peluh mengalir di pelipis mata, meskipun kipas angin tengah berputar dengan kencangnya.

 

Jam menunjukkan pukul 11.30 malam, namun tak kunjung selesai pekerjaanku ini. Kantuk mulai menyergap. Menyapa pelan mata untuk terlelap. Dan aku tertidur. Senangnya aku, di tengah lelah masih Ia berikan kesempatan menyapaNya dalam kantuk. Alhamdulillaah.

 

ini masih belum ngalir tintanya…

 

Ba’da shubuh, kulanjutkan kerjaku semalam. Hingga menjelang siang, masih berkutat dengan satu unit printer hitam itu. Dan mendekati kumandang azan, ia sembuh. Alhamdulillaah. Aku sampaikan pada kawanku itu, bahwa baru pertama kali aku melakukan ‘operasi’ pasien dengan tipe printer macam ini. Tapi, atas izin Allah. Ia mampukan aku menyelesaikannya. Meski tinta masih menghiasi jemariku. 

 

alhamdulillaah…udah bisa cetak print test..

 

Beberapa hari setelahnya, ada seorang kawan yang menanyakan “Kenapa laptop ane ga bisa masuk Windows yah?”, dan seperti biasanya aku menjawab, “Coba ane cek dulu”. Mulailah aku searching ke Prof. Google, mencari solusi atas permasalahan tersebut. Dan aku dibuat pusing membacanya. Istilah-istilah yang asing, bahasa pemrograman yang aku tak mengerti. Tapi, yakinku adalah ini cara Allah mengajarkanku di universitas kehidupan. Aku sempat menginginkan kuliah bidang teknologi komputerisasi, berharap bisa menjadi muslim computer scientist. Aamiin 🙂

 

Dengan segala ketidaktahuan, dengan segala ketidakmengertian, ku terus coba mencari tau solusi dari permasalahan laptop kawanku itu. Baca-baca artikel, rupanya tak semua cara berhasil. Mencoba satu cara, masih saja tak berpengaruh. Mencoba cara yang lain, masih saja sama. Sampai pada akhirnya mendapatkan software untuk memudahkan kerjaku, namanya Hiren’s Boot CD 15.0. Tahukah kawan? Setelah mengikuti langkah-langkah yang ada di internet untuk menjalankan program itu, masih saja tak kudapati laptop itu sembuh. Hampir menyerah. Tapi aku tak ingin menyerah, hingga akhirnya tetap kulanjutkan meski tak kunjung selesai. Eeheheh 😀

 

bongkar HP Mini 110-3550TU…hardiskny error..bad sector

 

Waktu bersama laptop itu…, ingin menjerit rasanya. Lama, kurang lebih 3 hari, 3 malam berteman laptop itu. Dan kuputuskan untuk membawanya pada yang lebih mampu. Sungguh keterbatasanku membuatku tertunduk. Malu pada diriku sendiri. Belajar itu tak mesti dari buku, tapi tahukah kawan? Bahwa dengan buku kita mampu melihat betapa luasnya ilmu. Inilah cambuk bagi seorang aku. Membaca !!!

 

Awal dan akhir tulisan ini mungkin gak nyambung, tapi yang penting bisa diambil manfaatnya yaaaa 🙂

Kalo ada yang mau servis laptop atau printer, atau mau beli keduanya, bisa hubungi nomor an ya…atau lewat fb juga boleh.

 

JComp.

087871357539

@hajiahjiah

hajiahnurdiani@yahoo.com

Jual aksesoris laptop, peripheral dan lainnya. Marketing (Makelar Everything). Halaalan thoyyiban 🙂

Salam Sotoy 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s