Kepada Para Pembual

Bismillaah.

Aku takkan menurutimu, meski kau merayu atau bahkan kau tumpahkan air mata palsu. Aku takkan mengikutimu, meski kau membujuk atau bahkan kau merajuk, memaksaku tuk tunduk. Aku takkan mematuhimu, meski kau mengemis atau kau kais tiap keping harapanku. Aku punya yang mungkin tak kau punya. Aku menjaga yang mungkin tak kau jaga.

Jadilah aku pengemis cintaNya, dan bukan cintamu yang semu. Kau berikan aku janji manismu, tapi tak kunjung nyata segala asa. Beruntunglah aku, karena tak menurutimu. Berbahagialah aku, karena tak mengikutimu. Bersyukurlah aku, karena tak mematuhimu.

Kau hanyalah batu kerikil yang menghiasi perjalanan panjangku. Kau hanyalah butiran pasir yang menjadi penghalang pandanganku. Menyingkirlah dari hadapku !!! Atau akan kupaksa kaki ini menendangmu, jauh terpental dan kau tersungkur jatuh dalam lubang kenistaan.

Kau hanyalah buih yang terkumpul dalam gelombang pasang dan kemudian terbawa ombak menghantam tegarnya karang. Dan kau harus tahu, akulah karang itu. Takkan mampu kau menggoyahkan pijakanku, takkan mampu kau mengguncangkan tancap tiap jejak. Kau pun harus tahu, akulah yang akan menentangmu saat kau coba mengusik ketenangan karang-karang di tepian.

Kami berharga, kami istimewa. Itu yang kami pahami sesuai firmanNya juga sabda RasulNya. Seumpama permata yang ada di bawah dasar lautan, tak sesiapa mampu mengambilnya kecuali mereka yang berusaha menyelam, dalam di lautan yang paling dalam. Berusaha menjaganya agar mereka layak dan mampu mengambilnya.

Kami berharga, kami istimewa. Itu yang kami pahami sesuai firmanNya juga sabda RasulNya. Kami adalah mahkota yang tak sembarang orang memakainya. Adalah mereka yang menjaga kehormatan diri juga sanak familinya, dalam taat menghamba pada Penggenggam jiwa. Adalah mereka yang menghargai bahwa kami berharga dan tak sesiapa berhak meraihnya.

Kami tahu bahwa kami lemah, tapi tak lantas kami menyerah lalu kalah padamu yang menawarkan kami janji-janji murah (an). Setumpuk harta hanya akan menjadi kilau dunia fana, dan kami memohon agar terhindar dari hubbuddunya (cinta dunia), agar tak tergoda pada kesemuan yang kau sebut cinta !!!

Kami tahu bahwa kami rapuh, tapi tak lantas kami luluh padamu yang menawarkan kami cinta palsu. Segudang ilmu hanya akan menipu jika kau katakan kau mencintaiku, sedang aku belum halal untukmu. Bermohonlah jiwa pada Pemilik hatiku, agar Ia senantiasa mengokohkan bangunan cinta untuk seorang yang telah Ia persiapkan untukku. Dan itu bukan dirimu. Enyahlah!!! Atau engkau akan tetap membisu menyaksikan kegeramanku.

Kami tahu bahwa kami mudah tersentuh, tapi tak lantas kami mengikuti bujuk rayu yang tersimpan di balik kelembutan sikap dan tutur katamu. Kami tak butuh itu!!! Kami cukupkan perhatian sesama saudari seiman, kami cukupkan penjagaan sesama saudari seperjuangan. Semoga Allah menguatkan kelemahan, mengokohkan kerapuhan, dan menjernihkan hati yang keruh karena pernah termakan busuk janji manismu!!! Pergilah kau!!! Dan bawa pulang segala yang pernah kau lakukan. Semoga Allahur Rahmaan masih melapangkan ampunan.

Untuk kalian yang membungkus busuk hati dengan topeng keshalihan. Juga kepada kalian yang masih ingin kesucian. Semoga ini menjadi pengingat atau sekedar lewat dalam pikiran. Semoga ini menjadi teguran atas kelalaian atau tamparan atas kemaksiatan. Mari kita tengok hati-hati kita. Masihkah ia bercahaya???

Wallahu a’lam.

Bumi Cinta, 9 Mei 2012/18 Jumadil Akhir 1433 H

Geram.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s